GBN-MI Klarifikasi, Ayu Aulia tidak Terikat Kemhan RI

Jakarta, IDM – Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) menyampaikan klarifikasi bahwa kegiatan pelantikan yang berlangsung pada 19 Desember lalu merupakan agenda internal organisasi dan tidak berkaitan secara struktural maupun kelembagaan dengan Kementerian Pertahanan RI.
GBN-MI sekaligus mengklarifikasi bahwa selebgram Ayu Aulia tidak dilantik menjadi tim kreatif Kemhan RI. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar.
Ketua Umum GBN-MI Muhammad Faisal Manaf menjelaskan, pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional GBN-MI yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Bela Negara ke-77 memang diselenggarakan di Aula Bela Negara, Kemhan RI, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Pemerintah Kerja Tanpa Libur Tangani Bencana di Sumatra
“Namun, ditegaskan bahwa penggunaan fasilitas tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pelantikan resmi oleh Kementerian Pertahanan, melainkan semata-mata sebagai lokasi kegiatan internal organisasi,” kata Faisal Manaf dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12).
Terkait keterlibatan Ayu Aulia, GBN-MI mengatakan bahwa Ayu berperan sebagai bagian dari tim kreatif internal organisasi GBN-MI.
“Tidak menerima imbalan apa pun, serta tidak memiliki status, penugasan, atau keterikatan dalam kapasitas apa pun dengan Kementerian Pertahanan, baik secara struktural maupun nonstruktural,” ujar Faisal.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Natal Momentum Strategis Perkuat Persatuan Bangsa
Adapun GBN-MI merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) bela negara yang dibentuk dan direkomendasikan oleh Kemhan RI melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan).
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Sirait juga menyatakan bahwa Ayu Aulia bukan sebagai tim kreatif Kemhan.
“Kemhan menegaskan bahwa Ayu Aulia tidak dilantik, tidak diangkat, dan tidak memiliki penugasan apa pun sebagai tim kreatif Kemhan, baik secara struktural maupun nonstruktural,” kata Rico. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































