INTERNASIONAL

Filipina Tegaskan Terbuka untuk Upaya Diplomasi Atasi Ketegangan di Laut Cina Selatan

Kapal penjaga pantai Filipina.
Kapal penjaga pantai Filipina. (Foto: Dok. Usni.org)

Jakarta, IDM - Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Ano mengatakan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk melakukan diskusi diplomatik dengan Cina dalam menciptakan resolusi sengketa Laut Cina Selatan.

“Filipina tetap terbuka terhadap diskusi diplomatik dengan Tiongkok dan menegaskan kembali komitmennya untuk membina hubungan baik dengan semua negara,” kata Ano melansir Reuters, Sabtu (6/1).

Baca Juga: NATO Sepakat Akuisisi 1000 Rudal Patriot

Pernyataan Ano tersebut muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menyebut patroli gabungan Filipina dan Amerika Serikat (AS) di Laut Cina Selatan “provokatif” dan “tidak bertanggung jawab”.

“Patroli bersama kami dengan Amerika Serikat dan potensi kegiatan di masa depan dengan negara-negara sekutu lainnya menunjukkan komitmen bersama kami terhadap tatanan internasional berbasis aturan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Ano.

Ano menyebut bahwa terdapat dua kapal Angkatan Laut Cina yang membayangi kapal Filipina dan AS sesaat setelah patroli gabungan keduanya usai. Patroli itu melibatkan empat kapal Angkatan Laut Filipina dan empat kapal dari armada Indo-Pasifik AS, termasuk kapal induk USS Carl Vinson.

Baca Juga: Presiden Korut Perintahkan Peningkatan Produksi Peluncur Rudal

“Kami percaya bahwa melalui dialog damai dan kepatuhan terhadap hukum internasional, kita dapat mencapai resolusi yang memberikan kepentingan terbaik bagi semua pihak yang terlibat di kawasan,” ujarnya.

Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan dan tumpang tindih dengan wilayah ZEE Filipina. Sebelumnya, Filipina juga mengajukan protes ke pengadilan arbitrase, yang menyebut klaim ‘nine dash line’ Cina tidak sah karena tidak sesuai hukum internasional pada tahun 2016. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.