Filipina Sebut Cina Tembak Meriam Air ke Kapal Penjaga Pantai

Jakarta, IDM - Filipina menyatakan bahwa penjaga pantai Cina telah melakukan tindakan berbahaya terhadap kapal-kapal Filipina di wilayah sengketa di Laut Cina Selatan. Mereka menembakkan meriam air dan menghalangi kapal-kapal Filipina yang membawa pasokan logistik.
Juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela mengatakan, kapal logistik itu sedang membawa perbekalan untuk garnisun pasukan yang bertugas di sebuah pos militer di atas Kapal Perang Sierra Madre yang karam, sekitar 160 kilometer dari lepas pantai Filipina.
"Kapal penjaga pantai Cina melakukan upaya ilegal berupa mengerahkan meriam air terhadap kapal logistik Kalayan tetapi gagal untuk memaksa pihak Filipina mengubah arah," kata Tarriela melansir platform X resminya pada Sabtu (11/11).
Baca Juga: Ukraina Sebut KTT Perdamaian akan Digelar Tahun Depan
Tarriella menjelaskan, meskipun dihalangi oleh manuver berbahaya Cina, kapal-kapal Filipina itu berhasil mengirimkan muatan mereka. Ia pun mengaku khawatir konfrontasi Cina yang terus-menerus dilakukan itu dapat menimbulkan kekacauan di kawasan.
"Kami sekali lagi mengecam tindakan manuver berbahaya Cina yang tidak beralasan terhadap misi rotasi dan pasokan Filipina yang sah dan rutin ke Ayungin Shoal," jelasnya.
Tarriella juga mengatakan Kedutaan Besar Filipina di Cina telah mengajukan protes kepada Kementerian Luar Negeri Cina atas insiden terbaru tersebut, yang dinilai telah 'membahayakan nyawa'.
Baca Juga: Konflik Memanas, WHO Peringatkan Risiko Penyebaran Penyakit di Jalur Gaza
“Tindakan sistematis dan konsisten yang dilakukan Cina dalam melakukan tindakan ilegal dan tidak bertanggung jawab ini menimbulkan pertanyaan dan keraguan besar akan ketulusan seruan mereka untuk melakukan dialog damai,” imbuhnya.
Cina mengklaim pihaknya 'melakukan tindakan pengendalian' terhadap kapal-kapal Filipina yang disebut berada di perairan Cina.
“Tindakan Filipina melanggar kedaulatan wilayah Cina. Kami mendesak Filipina untuk segera menghentikan tindakan pelanggarannya," kata juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok Gan Yu melansir CNA. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































