Filipina Sebut Cina Lakukan Pelanggaran di Wilayah Sengketa

Jakarta, IDM - Otoritas Filipina menyebut bahwa kapal perang Cina telah melakukan pelanggaran dan manuver berbahaya terhadap kapalnya. Tindakan tersebut merupakan yang kesekian kalinya Cina sengaja melakukan konfrontasi terhadap wilayah sengketa di Laut Cina Selatan.
Juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela mengatakan, kapal perang Cina telah sengaja melakukan manuver berbahaya dan menghalangi jalur dua kapal penjaga pantai Filipina, MRRV-4402 dan MRRV-4403 saat sedang berpatroli di sekitar wilayah Ayungin atau lebih dikenal sebagai Second Thomas Shoal.
Baca Juga: Di Hadapan Para Pemimpin Asia, Putin Pastikan Stabilitas dan Persatuan Rusia
"Kapal penjaga pantai Filipina sedang melakukan operasi patroli tetapi terus-menerus diikuti dan dihalangi oleh kapal penjaga pantai Cina yang ukurannya jauh lebih besar pada jarak sekitar 100 Yard", kata Tarriela melansir Twitter resminya pada Kamis (6/7).
Menurut Tarriela, kapal penjaga pantai Filipina akhirnya harus mengurangi kecepatan yang signifikan untuk mencegah tabrakan dengan dua kapal perang jenis korvet Ganzhou dan Tongling tersebut. Ia pun mengaku khawatir konfrontasi Cina yang terus-menerus dilakukan itu dapat menimbulkan kekacauan di kawasan.
Baca Juga: Korsel: Puing-puing Satelit Pengintai Korut Minim ‘Utilitas Militer’
"Insiden ini sangat mengkhawatirkan, terlebih Cina justru mengerahkan kapal perang mereka, menimbulkan kekhawatiran yang lebih besar," katanya.
Second Thomas Shoal merupakan wilayah karang Filipina yang diklaim secara sepihak oleh Cina melalui ketentuan sembilan garis putus-putus atau nine dash line. Sementara, Cina menyebut postur militernya di sekitar wilayah itu merupakan bagian dari operasi reguler di wilayah teritorialnya. Padahal, Pengadilan Arbitrase Internasional telah menetapkan pada tahun 2016 lalu, bahwa klaim Cina itu tidak sah menurut hukum internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































