Filipina Sebut Cina Lakukan Manuver Berbahaya di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM - Filipina menuduh Cina melakukan manuver berbahaya di area sengketea Laut Cina Selatan, setelah kapal Angkatan Laut laut Cina mencoba memotong jalur Kapal Angkatan Laut Filipina.
Dilansir dari laman Facebook resmi Armed Forces of the Philippines (AFP), Selasa (17/10), Kapal BRP Benguet AFP disebut mengeluarkan peringatan radio kepada Kapal 621 Angkatan Laut Cina (PLAN) karena berusaha melintasi haluan kapal pada jarak 320 meter di Pulau Pag-asa pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Badan Kemanusiaan PBB: Selama 6 Bulan, 9.000 Orang Tewas Dalam Konflik Sudan
"Manuver berbahaya ini menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan maritim, kecelakaan, dan nyawa manusia di laut. Cina harus segera menghentikan tindakan tidak aman ini dan bertindak secara profesional dengan mematuhi hukum internasional," kata Wakil Laksamana Alberto Carlos, kepala Komando Barat Filipina.
Pulau Pag-asa atau Thitu merupakan bagian dari rangkaian Kepulauan Spratly, yang diduduki Filipina pada tahun 1970an dan kini menjadi rumah bagi 400 orang.
Cina telah seringkali terlibat konflik dalam beberapa bulan terakhir di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. Bulan lalu, Penjaga Pantai Filipina pun memindahkan penghalang terapung yang dipasang di Scarborough Shoal, wilayah sengketa lainnya.
Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan Tertahan di Perbatasan Gaza
Beberapa insiden juga dilaporkan terjadi di Second Thomas Shoal, yang merupakan wilayah karang Filipina tetapi diklaim secara sepihak oleh Cina melalui ketentuan sepuluh garis putus-putus atau ten dash line.
Sementara, Cina menyebut postur militernya di sekitar wilayah itu merupakan bagian dari operasi reguler di teritorialnya. Padahal, Pengadilan Arbitrase Internasional telah menetapkan pada tahun 2016 lalu, bahwa klaim Cina itu tidak sah menurut hukum internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































