INTERNASIONAL

Filipina Pererat Hubungan Bilateral dengan AS, Tingkatkan Industri Pertahanan di Teluk Subik

Pelabuhan Subic
USS Wasp (LHD-1) melakukan kunjungan ke Pelabuhan Subic, Filipina saat Latihan Balikatan 2019 (Foto: Dok. Usni.org)

Jakarta, IDM – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengadopsi pendekatan kebijakan luar negri berupa mencari aliansi dan memulihkan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) karena adanya ketegangan yang meningkat dengan Cina. Selain memulai kembali patroli bersama, Filipina memberikan akses kepada AS untuk menghidupkan kembali industri pertahanannya di bekas pangkalan Angkatan Laut di Teluk Subic.

Menurut Kepala Otoritas Metropolitan Subic Rolen Paulino mengatakan bahwa pelabuhan Subic merupakan pilihan sempurna untuk kepentingan militer AS karena langsung menghadap ke Laut Cina Selatan. Posisinya pun tidak jauh ke Taiwan, yang juga menjadi salah satu mitra AS.

“Ini sangat strategis. Hanya satu jam perjalanan dari Taiwan. Sekitar 30 menit perjalanan dengan F-14," ujarnya melansir Nikkei Asia, Selasa (22/2).

Berbagai industri pertahanan AS akan memulai kembali aktivitasnya, termasuk melanjutkan operasi perbaikan dan pembuatan kapal Angkatan Laut AS maupun kapal komerisial. Paulino mengatakan 18 perusahaan didirikan di Teluk Subic, serta memperkirakan proyek tersebut dapat menghasilkan antara 5.000 hingga 10.000 lapangan pekerjaan.

Baca: Cina Tolak Klaim AS Tentang Pasok Senjata ke Rusia

Teluk Subic memainkan peran penting sebagai pusat pasokan dan pemeliharaan untuk militer AS selama Perang Vietnam dan Perang Dingin. Sehingga, Pentagon dapat memanfaatkan kembali potensi wilayah tersebut sebagai pangkalan militer AS di Asia.

“Secara teori ini bisa menyebabkan Subic kembali menjadi mata rantai utama dalam rantai logistik Angkatan Laut AS di kawasan itu, meskipun akan terjadi melalui kontrak perusahaan sipil lokal,” ujar Gregory Poling, direktur lembaga penelitian CSIS. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.