Filipina Klaim telah Singkirkan Penghalang Terapung Cina di Scarborough Shoal

Jakarta, IDM - Otoritas militer Filipina mengatakan telah mematuhi perintah presiden untuk menyingkirkan penghalang terapung yang dipasang oleh Cina di Scarborough Shoal pada beberapa waktu lalu. Pihaknya juga akan berkomitmen untuk menghadapi tindakan konfrontatif Cina demi mempertahankan kedaulatan Filipina.
Juru bicara penjaga pantai Filipina Jay Tarriela mengklaim bahwa mereka berhasil melakukan ‘operasi khusus’ dalam menyingkirkan penghalang terapung Cina di Bajo de Masinloc, sebutan Filipina untuk Scarborough Shoal, sesuai dengan perintah Presiden Ferdinand Marcos Jr. Sebab, penghalang berbentuk bola-bola sepanjang 300 meter itu disebut telah melanggar hukum internasional.
Baca Juga: Kecam Korsel, Korut Tegaskan Kerja Sama Dengan Rusia Bersifat ‘Wajar’
“Penghalang tersebut menimbulkan bahaya bagi navigasi dan jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Hal ini juga menghambat kegiatan penangkapan ikan dan mata pencaharian para nelayan Filipina di Bajo de Masinloc, yang merupakan bagian integral dari wilayah nasional Filipina,” Tarriela melansir akun platform X miliknya, Selasa (26/9).
Lebih lanjut, Tarriela juga membagikan foto dan video yang menunjukkan tali itu dipotong oleh otoritas Filiipina. Ia pun menegaskan, Bajo de Masinloc termasuk dalam ZEE Filipina sebagaimana didefinisikan oleh hukum dan keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional tujuh tahun lalu.
Baca Juga: Unjuk Kekuatan, Korsel Gelar Parade Militer Pertama Dalam Satu Dekade
“Putusan Arbitrase tahun 2016 telah menegaskan bahwa Bajo de Masinloc adalah tempat penangkapan ikan tradisional bagi para nelayan Filipina. Oleh karena itu, segala hambatan yang menghalangi penghidupan nelayan Filipina di perairan dangkal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum dan melanggar kedaulatan,” jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































