INTERNASIONAL

Filipina Kecam Penghalang Terapung Cina di Laut Cina Selatan

Penghalang terapung
Penghalang terapung di wilayah yang dikenal di Filipina sebagai Bajo de Masinloc. (Foto: Dok. Platform X/Jay Tarriela)

Jakarta, IDM - Filipina menuduh penjaga pantai Cina telah memasang “penghalang terapung” di wilayah sengketa Laut Cina Selatan. Hal itu disebut telah menghalangi nelayan menangkap ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.

Juru bicara penjaga pantai Filipina, Jay Tarriela mengatakan bahwa penghalang terapung itu ditemukan oleh kapal militer Filipina ketika patroli maritim rutin pada pekan lalu. Menurutnya, penghalang ini berukuran sekitar 300 meter.

Baca Juga: Gelar Parade Militer, Iran Pamer Drone Terbaru

"Penjaga Pantai Filipina serta Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan mengecam keras pemasangan penghalang terapung yang dilakukan Penjaga Pantai Cina di bagian Tenggara Bajo de Masinloc, yang menghalangi kapal nelayan Filipina dari memasuki perairan dangkal dan menghalangi aktivitas penangkapan ikan," kata Tarriela melansir akun platform X miliknya, Senin (25/9).

Penghalang terapung
(Foto: Dok. Platform X/Jay Tarriela)

Lebih lanjut, Tarriela juga membagikan foto yang menampilkan penghalang terapung berbentuk bola-bola. Ia mengklaim tiga kapal penjaga pantai dan kapal maritim Cina yang memasang penghalang terapung itu usai kapal Filipina berlayar di perairan tersebut.

"Penjaga pantai Filipina akan terus bekerja sama dengan semua lembaga pemerintah terkait untuk mengatasi tantangan ini, menegakkan hak maritim dan melindungi wilayah maritim kita," tegasnya.

Baca Juga: Sepakati Gencatan Senjata, Ribuan Etnis Armenia Eksodus dari Nagorno-Kabarakh

Bajo de Masinloc, sebutan Filipina untuk Scarborough Shoal berada dalam ZEE Filipina sepanjang 200 mil laut (370 km) sebagaimana didefinisikan oleh hukum maritim internasional dan ditegaskan oleh keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional Den Haag. Sementara, Cina mengklaim secara sepihak wilayah itu dan menyebutnya sebagai Pulau Huangyan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara itu pun telah saling tuduh mengenai serangan ilegal seperti menembakkan meriam air, dan melakukan manuver kapal yang berbahaya di wilayah sengketa. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.