Filipina dan Kanada Sepakat Jajaki Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM - Filipina dan Kanada menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama pertahanan pada beberapa waktu lalu. Kerja sama itu disebut merupakan awal dari mempererat hubungan bilateral militer antara keduanya.
“Saya senang mendengar bahwa ada niat kuat dari kedua belah pihak untuk memperdalam dan memperkuat hubungan dengan menempa tonggak baru dalam hubungan pertahanan kita yang mungkin akan mencapai puncaknya dengan Perjanjian Kunjungan Pasukan (Visiting Forces Agreement),” kata Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro melansir Pna.gov.ph, Senin (22/1).
Baca Juga: Prancis Bantah Tuduhan Rusia Terkait Tentara Bayaran di Ukraina
Teodoro tidak memberikan penjelasan mengenai Perjanjian Kunjungan Pasukan dengan Kanada tetapi Filipina memiliki perjanjian serupa dengan Amerika Serikat (AS). Melalui perjanjian tersebut, ribuan tentara AS diperbolehkan masuk dan keluar Filipina untuk latihan militer.
Memorandum itu juga akan mendorong kerja sama antara lembaga pertahanan dan militer kedua negara dalam bidang pendidikan militer, pertukaran informasi, operasi pemeliharaan perdamaian dan tanggap bencana.
Baca Juga: Pakistan dan Iran Sepakat Meredakan Ketegangan Usai Saling Serang
“Aset terkuat yang kita miliki adalah rasa saling percaya dan keyakinan yang kita miliki satu sama lain, dan karena kita berhubungan satu sama lain secara langsung, terbuka, dan berdasarkan aturan, kepercayaan tersebut diperkuat dan akan melampaui perubahan politik dan ujian waktu,” tambah Teodoro.
Hubungan bilateral keduanya telah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir. Kanada mendukung Filipina dalam menghadapi sikap Cina di Laut Cina Selatan, dan mendukung keputusan Pengadilan Arbitrase Permanen pada tahun 2016 yang menyatakan bahwa klaim garis putus-putus Cina di Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































