Filipina dan Cina akan Diskusikan Wilayah Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM - Filipina dan Cina akan menjalin komunikasi langsung antara kementrian luar negeri dalam membahas wilayah yang memiliki klaim tumpang tindih. Hasil dari kesepakatan nanti diharapkan dapat menghindari konflik yang tidak diinginkan.
Dilansir dari Kemenlu Filipina, Jumat (30/12), Perjanjian bilateral yang akan ditandatangani oleh Menlu Filipina Enrique Manalo dan Menlu Cina Wang Yi dilakukan untuk membangun komunikasi langsung di berbagai tingkatan. Presiden Filipina Ferdinand Bongbong Marcos pun akan bertemu Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada 3 hingga 5 Januari 2023. Tujuan dari pertemuan ini adalah “Menghindari salah perhitungan dan miskomunikasi di Laut Filipina Barat,” ujarnya.
Sebelumnya, Marcos bersikeras tidak akan membiarkan Cina mengklaim hak maritim. Bahkan, Filipina mengerahkan militernya untuk meningkatkan patrol militer di perairan yang diperebutkan yaitu sekitar Kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Namun, manila menyebut perairan sebelah barat Filipina tersebut sebagai Laut Filipina Barat.
Baca: Korsel Gelar Latihan Militer Anti Drone
“Kami akan terus menegakkan kedaulatan negara kita. Kami menginginkan situasi damai dan stabil di Laut Filipina Barat," ujar Marcos.
Sejak tahun 2016, Cina telah memperkuat posisinya di Laut Cina Selatan dengan mengubah ribuan hektar terumbu karang menjadi pulau-pulau buatan di kepulauan Spratly. Pulau-pulau itu dilengkapi landasan pacu, pelabuhan, dan sistem radar. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































