Dukung Mantan Perdana Menteri Pakistan, 100 Orang Demonstran akan Disidang di Pengadilan Militer

Jakarta, IDM - Otoritas militer Pakistan mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang yang terdiri dari pejabat dan warga sipil akan diadili di pengadilan militer karena terlibat dalam demonstrasi atas penangkapan mantan perdana menteri Imran Khan pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari BBC, Rabu (28/6), Imran Khan ditangkap karena kasus korupsi di ranah pemerintahan. Penangkapannya itu memicu demonstrasi di pusat kota karena Khan merupakan sosok yang memiliki pengaruh dan pendukung cukup banyak di Pakistan.
Ribuan pendukung Khan dilaporkan telah mengobrak-abrik beberapa fasilitas militer termasuk rumah seorang jenderal. Setidaknya delapan orang tewas dalam protes tersebut. Sementara, 100 orang akan diadili dalam jangka waktu dekat.
Baca Juga: Ingin Gabung NATO, Presiden Turki Tuntut Swedia Ekstradisi Militan Kurdi
"Kami harus menyelidiki kesalahan yang dilakukan," kata juru bicara militer Mayor Jenderal Ahmad Sharif Chaudry.
Chaudry menjelaskan, sebanyak 15 pejabat lainnya turut ditangkap termasuk beberapa kerabat dan anggota keluarga perwira militer karena diduga ikut bersekongkol.
Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan keprihatinan atas ketidakadilan atas warga sipil yang diadili di pengadilan militer.
Baca Juga: Rangkaian Rudal Rusia Hantam Restoran dan Desa di Ukraina, Empat Orang Tewas
"Warga sipil yang diadili di pengadilan militer Pakistan mengalami kurangnya proses transparansi, dan terpaksa tunduk dalam pengadilan yang sangat tidak adil," kata Amnesty Internasional.
Khan, yang dipandang publik tidak terlibat korupsi, digulingkan dari kekuasaannya pada tahun lalu dalam pemungutan suara parlemen. Sejak itu, Khan berulang kali berselisih dengan militer dan menuduh mereka telah merekayasa pemecatannya dari jabatannya. Bahkan, demonstrasi masa pada bulan lalu itu diduga merupakan bagian dari rencana Khan untuk menggulingkan pemerintahan Pakistan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































