PARLEMEN

DPR Nilai Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza sebagai Langkah Diplomatis yang Realistis

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keputusan pemerintah menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza perlu dipahami dalam kerangka strategis yang lebih luas.

Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk kemunduran komitmen, melainkan bagian dari kehati-hatian dalam merespons situasi global yang dinamis.

Dalam pernyataannya, Dave menegaskan bahwa Indonesia sejak awal memiliki komitmen kuat terhadap misi perdamaian dunia, termasuk dalam mendukung stabilitas di wilayah konflik seperti Gaza.

Baca Juga: DPR Nilai Status Siaga 3 TNI Cerminkan Kesiapsiagaan Adaptif dan Profesional

Namun, ia mengingatkan setiap keputusan pengiriman pasukan harus mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari kondisi geopolitik hingga kesiapan teknis di lapangan.

“Penundaan ini bukan berarti melemahkan komitmen, melainkan bagian dari strategi kehati-hatian agar kontribusi Indonesia benar-benar efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasukan maupun stabilitas regional,” ujar Dave.

Ia menjelaskan dinamika keamanan di Gaza yang masih fluktuatif menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhitungkan.

Selain itu, kesiapan logistik dan pendekatan diplomasi dengan berbagai pihak internasional juga menjadi elemen krusial sebelum pasukan benar-benar diberangkatkan.

Dalam konteks tersebut, DPR melalui Komisi I tetap mendukung langkah pemerintah yang mengedepankan perhitungan matang.

Baca Juga: Komisi I DPR Nilai Penyesuaian Status Siaga TNI ke Level 3 Sudah Tepat dan Proporsional

Dave menekankan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian tidak hanya soal kehadiran fisik pasukan, tetapi juga memastikan dampak yang dihasilkan benar-benar signifikan dan tidak menimbulkan risiko baru.

Lebih lanjut, ia menegaskan sikap Indonesia tetap sejalan dengan amanat konstitusi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Pemerintah, kata dia, akan terus menjalin koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta mitra internasional lainnya guna memastikan langkah yang diambil tepat dan efektif.

“Ketika kondisi memungkinkan, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia harus mampu memberikan dampak nyata bagi terciptanya keamanan dan stabilitas di Gaza,” tambahnya.

Baca Juga: Komisi I DPR Nilai Kebangkitan Jabatan Kaster TNI Bagian dari Modernisasi Organisasi

Dave pun mengajak publik untuk melihat kebijakan ini sebagai langkah diplomatis yang realistis dan bertanggung jawab.

Ia memastikan DPR dan pemerintah tetap berada dalam satu garis yang sama dalam mendukung misi perdamaian global, dengan pendekatan yang terukur dan adaptif terhadap perkembangan situasi.

Dengan demikian, penundaan ini diharapkan justru memperkuat kualitas kontribusi Indonesia di masa mendatang, bukan sebaliknya mengurangi peran aktif dalam upaya menjaga perdamaian dunia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.