PARLEMEN

DPR Minta Presiden Prabowo Hati-Hati Soal Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh. (Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah sangat hati-hati sebelum memutuskan pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza.

Ia menilai dinamika politik dan keamanan di kawasan tersebut masih jauh dari stabil dan bisa membawa risiko besar bagi Indonesia.

Oleh Soleh menanggapi pernyataan Israel yang sebelumnya memberi sinyal akan menentukan sendiri negara-negara yang dapat menjadi bagian dari International Stabilisation Force (ISF).

Baca Juga: Komisi I DPR RI Janji Dukung Peningkatan Kesejahteraan Prajurit Kopassus

Menurutnya, sikap tersebut tidak semestinya muncul dari pihak yang berstatus sebagai penjajah.

“Israel tidak memiliki kewenangan untuk menentukan negara mana yang boleh bergabung dalam ISF. Ini menunjukkan potensi intervensi sepihak. Selama ini justru Israel menjadi sumber utama masalah di Gaza, sehingga aneh bila mereka ikut mengatur komposisi pasukan perdamaian,” ujarnya, Kamis (20/11).

Oleh menilai pembentukan ISF dapat dimanfaatkan Israel untuk agenda politik dan militernya, termasuk menekan kelompok pejuang Palestina di Gaza yang sejak awal menolak keberadaan pasukan asing.

Baca Juga: Ledakan di SMAN 72 Jadi Alarm Bahaya, DPR Minta Sistem Keamanan Digital Nasional Diperkuat

“Bukan tidak mungkin ISF dijadikan alat untuk menekan para pejuang di Gaza. Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan lain sudah dengan tegas menolak kehadiran pasukan internasional di wilayah tersebut,” tutur Oleh.

Menurutnya, kondisi seperti ini berpotensi membuat pasukan perdamaian berada dalam posisi rawan dan menghadapi risiko konfrontasi langsung dengan kelompok perlawanan Palestina. Alih-alih mewujudkan ketenangan, situasi itu justru bisa memicu konflik baru.

Karena itu, Oleh Soleh meminta Presiden Prabowo menelaah aspek geopolitik, kemanusiaan, serta ancaman terhadap keamanan nasional sebelum menentukan kebijakan pengiriman pasukan.

Baca Juga: DPR Desak Israel Buka Akses Bantuan ke Gaza Jelang Musim Dingin

“Presiden harus sangat cermat. Kita semua menginginkan perdamaian, tetapi jangan sampai langkah yang ditempuh justru menciptakan persoalan baru atau dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingannya,” tegasnya.

Ia menekankan upaya Indonesia menjaga perdamaian global harus tetap berjalan berdasarkan prinsip kedaulatan, kemanusiaan, dan ketegasan terhadap praktik penjajahan. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.