PARLEMEN

DPR Dorong Modernisasi TNI tak Hanya di Alutsista, tapi Juga Strategi dan Tata Kelola

Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini.
Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini. (Foto: Istimewa)

Jakarta, IDM - Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa modernisasi pertahanan Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista).

Ia menekankan pentingnya pembaruan aspek strategi, tata kelola, serta nilai-nilai dalam sistem pertahanan, terutama di tengah dinamika perang modern saat ini.

“Modernisasi harus mencakup software, bukan hanya hardware. TNI perlu menguasai tata kelola dan strategi penggunaan alutsista agar terhindar dari penyalahgunaan,” ujar Amelia, Jumat (10/10).

Baca Juga: 2 Tahun Genosida di Palestina, DPR Desak Dunia Internasional Aksi Nyata

Ia juga mengajak sinergi antara TNI, industri pertahanan, lembaga riset, dan DPR sebagai pengarah kebijakan agar transformasi digital pertahanan berjalan optimal.

Menurutnya, perang tidak lagi sekadar melibatkan benturan fisik dan konvensional, melainkan juga serangan siber, kebocoran data, dan propaganda digital.

Amelia pun menyoroti pentingnya reformasi intelijen nasional yang adaptif terhadap ancaman siber dan disinformasi di era digital.

“Data breach, hacktivism, dan operasi deepfake adalah bagian dari spektrum perang modern. Kita harus tingkatkan integritas dan akuntabilitas demokratis dalam sistem intelijen,” ujar Amelia.

Baca Juga: DPR: Perpanjangan Masa Pensiun Perwira Militer Beri Fleksibilitas Jika Presiden Membutuhkan

Ia menambahkan pertahanan siber harus mampu melindungi masyarakat dari dampak sosial politik, termasuk ujaran kebencian dan manipulasi opini.

Amelia menegaskan modernisasi pertahanan di era digital wajib meliputi penguasaan software strategi, tata kelola, dan nilai-nilai, bukan sekadar pembaruan hardware seperti alutsista.

Sehingga, Amelia mengingatkan ancaman sekarang bersifat multidimensi, termasuk siber dan propaganda digital.

DPR pun mendorong reformasi intelijen yang berbasis integritas dan mampu merespon dengan cepat ancaman digital yang berpotensi merusak stabilitas nasional. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.