Diduga Latih Pilot Cina, Jerman Selidiki Sekelompok Mantan Perwira AU

Jakarta, IDM – Sekelompok mantan perwira Angkatan Udara Jerman diduga telah melatih pilot pesawat tempur Cina selama bertahun-tahun. Menanggapi dugaan tersebut, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengaku telah perintahkan pihak intelijen untuk melakukan penyelidikan.
Dilansir dari Fox News, Sabtu (3/6) Pistorius menjelaskan, penyelidikan sedang berlangsung dan Jerman telah memiliki aturan yang jelas tentang larangan yang harus dihindari oleh perwira setelah mereka meninggalkan keanggotaannya. Aturan itu termasuk menjaga informasi rahasia yang diketahui selama menjadi perwira.
Baca Juga: Pertama kali, AUKUS Gelar Latma Militer Menggunakan Kecerdasan Buatan
"Setiap kasus individu harus diperiksa. Kami melakukannya secara menyeluruh dan semua pelanggaran akan dihukum. Meskipun prajurit memang dapat mengambil pekerjaan lain setelah layanan mereka berakhir, tetapi masih terikat hukum atas beberapa kewajiban," jelas Pistorius.
Dugaan tersebut muncul berdasarkan laporan dari sebuah majalah berita nasional Der Spiegel dan radio yang mengatakan bahwa setidaknya segelintir mantan perwira Angkatan Udara Jerman melatih pilot Cina dan dibayar oleh perusahaan swasta dalam waktu yang lama.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan Komunikasi Ukraina, AS Sepakat Beli Layanan Satelit Starlink
Der Spiegel juga melaporkan beberapa mantan perwira tidak mau memberikan pernyataan terkait dugaan tersebut. Bahkan, beberapa lainnya menolak tuduhan yang tidak terbukti kebenarannya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































