POLKAM

Dialog dengan Gerakan Nurani Bangsa, Presiden Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Kepolisian

Presiden Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim sebagai tindak lanjut dari kepala negara terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.

Rencana pembentukan komisi reformasi kepolisian diungkapkan Prabowo saat melakukan dialog terbuka bersama tokoh-tokoh dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/9).

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Gomar Gultom menerangkan tuntutan reformasi kepolisian langsung direspons baik oleh Prabowo.

Baca Juga: Kemenko Polkam: Keamanan Siber Bagian Tak Terpisahkan dari Ketahanan Nasional

"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh pak presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," ungkap Pendeta Gultom.

Gultom mengemukakan Prabowo turut menyimak satu per satu poin-poin aspirasi yang dibawa para tokoh GNB dalam dialog terbuka di Istana.

Terpisah, mantan Menteri Agama, Lukman Hakim mengemukakan Presiden Prabowo tidak hanya menerima tapi juga memahami bahkan membahas aspirasi GNB secara detil.

Lukman menerangkan Presiden Prabowo juga menyambut baik tuntutan untuk membentuk tim investigasi independen.

"Salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak,” ujar Lukman.

Baca Juga: Presiden Prabowo Respons Soal Kursi Menko Polkam dan Menpora yang Masih Kosong

“Presiden menyetujui pembentukan itu dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," tambahnya.

GNB, lanjut Lukman, turut meminta Presiden Prabowo agar melakukan reformasi di sejumlah bidang, mulai dari ekonomi, politik, hukum, HAM, pertahanan, dan keamanan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bapak presiden bersama pemerintahannya bisa menindaklanjuti itu sebagaimana harapan," pungkas Lukman. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.