Di Hadapan Para Pemimpin Asia, Putin Pastikan Stabilitas dan Persatuan Rusia

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin meyakinkan para pemimpin Asia terkait situasi persatuan dan stabilitas keamanan Rusia di KTT Organisasi Kerjasama Shanghai yang digelar secara virtual pada beberapa waktu lalu. Pernyataan itu ia ungkapkan menanggapi aksi pemberontakan oleh kelompok tentara bayaran Wagner yang sempat membuat ricuh Rusia.
Dilansir dari Kremlin.ru, laman resmi kepresidenan Rusia, Rabu (5/7), Putin mengatakan bahwa pemberontakan Wagner tidak menggangu stabilitas negaranya. Insiden itu, menurut Putin justru memperkuat persatuan antara masyarakat dan angkatan bersenjata Rusia.
Baca Juga: Ukraina Dapat Dukungan untuk Bergabung di Uni Eropa
"Rakyat Rusia menjadi lebih terkonsolidasi dari sebelumnya. Lingkaran politik Rusia dan seluruh masyarakat dengan jelas menunjukkan persatuan mereka dan rasa tanggung jawab yang tinggi atas nasib Tanah Air ketika mereka bertindak sebagai front persatuan melawan upaya pemberontakan bersenjata," kata Putin.
Ia pun berterima kasih kepada anggota organisasi itu dan disebut telah mendukung upayanya untuk melindungi tatanan konstitusional, kehidupan dan keamanan warga negara. Menurutnya, Rusia akan menentang tekanan, sanksi dan provokasi dari Barat yang atas apa yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.
Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
“Saya ingin berterima kasih kepada rekan-rekan saya yang telah menyatakan dukungan mereka kepada kepemimpinan Rusia dalam mempertahankan tatanan konstitusional, kehidupan dan keamanan. Kami sangat menghargai ini,” ujarnya.
Organisasi Kerjasama Shanghai berfokus pada banyak isu dan terdiri dari sembilan negara antara lain India, Pakistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Uzbekistan, Rusia, Cina dan Iran. Semua anggota organisasi yang dibentuk tahun 1996 ini menyatakan sikap abstain atau tidak memberikan suara dalam mendukung sanksi PBB terhadap Rusia atas tindakannya di Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































