INTERNASIONAL

Cina Tegaskan akan Respons Tegas Provokasi Filipina di Laut Cina Selatan

Kapal penjaga pantai Cina
Kapal penjaga pantai Cina berlayar dalam jarak dekat dengan kapal Filipina. (Foto: Dok. X/Jay Tarriela)

Jakarta, IDM - Cina kembali tekankan komitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah di Laut Cina Selatan dan memperingatkan Filipina agar berhenti melakukan tindakan provokatif atau akan direspons dengan tegas.

Ketegangan antara Cina dan Filipina meningkat dalam beberapa bulan terakhir ketika kedua belah pihak saling tuding mengenai beberapa pertikaian di Laut Cina Selatan, seperti insiden tabrakan kapal pada beberapa waktu lalu.

Cina mengklaim wilayah Laut Cina Selatan, yang sebagiannya juga diklaim oleh beberapa negara lain termasuk Filipina. Sebelumnya, Pemerintahan Filipina juga telah mengajukan protes ke pengadilan Arbitrase Internasional yang menetapkan klaim 'nine dash line' Cina tidak sah berdasarkan hukum internasional pada tahun 2016.

Baca Juga: Mengenal Houthi Yaman, Militan yang Gencarkan Serangan di Laut Merah

Sementara, dalam peringatan terbaru, Juru bicara Kemenlu Cina Mao Ning menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melemah menanggapi masalah maritim dengan Filipina.

"Cina tidak akan melemah dalam tekadnya untuk melindungi kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritimnya. Selama berbulan-bulan, Filipina telah melakukan provokasi terhadap Ren’ai Jiao dan isu-isu lainnya serta menarik kekuatan dari luar kawasan untuk terlibat dalam isu-isu tersebut," kata Mao Ning melansir Mfa.gov.cn, laman resmi Kemenlu Cina, Selasa (26/12).

Pernyataan 'kekuatan dari luar kawasan' itu merujuk pada upaya Filipina melakukan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS), agar dapat memperkuat postur deterens di kawasan Laut Cina Selatan.

Baca Juga: Iran Klaim Tambah Dua Rudal Jelajah untuk Pertahanan Angkatan Laut

Sejalan dengan itu, Mao Ning mengatakan bahwa Cina akan mengambil tindakan yang diperlukan termasuk langkah-langkah tegas. Namun, Cina juga terbuka untuk melakukan diskusi damai dengan Filipina.

"Meski begitu, pintu dialog Tiongkok tetap terbuka. Kami siap bekerja sama dengan Filipina untuk menangani masalah maritim dengan baik melalui negosiasi dan konsultasi," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.