POLKAM

Bukan Sekadar Berani, Presiden Prabowo Ungkap “Senjata Rahasia” Pemimpin

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap sisi lain dari filosofi kepemimpinannya. Di balik keberanian mengambil keputusan dan kebijakan strategis pemerintah, Prabowo menyebut ada prinsip sederhana yang harus menjadi kompas seorang pemimpin, yakni mencintai rakyat, menggunakan akal sehat, dan bekerja sampai rakyat kecil memiliki harapan.

Prabowo menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta.

Prabowo mengungkap dua sosok yang membentuk pemahamannya mengenai kepemimpinan.

Keduanya adalah Ben Mboi, mantan Gubernur NTT, dan Raden Panji Mohammad Noer atau Cak Noer, mantan Gubernur Jawa Timur.

Dari Ben Mboi, Prabowo memperoleh prinsip yang menurutnya sederhana namun fundamental.

Baca Juga: Menko Polkam: Pemerintah Hormati Hak Demonstrasi, Anarkisme Tidak akan Ditoleransi!

“Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat,” ujar Prabowo.

Bagi Prabowo, prinsip tersebut harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan negara. Pemerintahan tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kepentingan rakyat ketika menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Maka dari itu, Prabowo menyebut hilirisasi dan swasembada pangan sebagai contoh kebijakan yang menurutnya lahir dari pertimbangan akal sehat.

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada pangan, semua itu akal sehat,” katanya.

Namun, filosofi kepemimpinan Prabowo tidak berhenti pada persoalan kebijakan. Ia juga mengenang pesan Cak Noer yang diterimanya beberapa bulan sebelum sang tokoh meninggal.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Seluruh Petinggi TNI di Istana, 2.500 Jembatan hingga Ribuan Titik Air Bersih Dikebut

“Cak Noer, berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya. ‘Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana.’ Bekerja,” tutur Prabowo.

Cak Noer kemudian menyampaikan sebuah ungkapan Jawa yang hingga kini diingat Prabowo.

“Yen wong cilik iso gemuyu (kalau rakyat kecil bisa tersenyum),” ujar Prabowo.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran mengenai tujuan akhir kerja seorang pemimpin.

Bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan atau menghasilkan kebijakan, tetapi memastikan masyarakat yang paling lemah mampu merasakan perubahan dan kembali memiliki harapan.

“Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa,” kata Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Syarat Pemimpin: Berani, Bijak, dan Punya Empati

Kepala Negara menilai ketika rakyat yang berada dalam kondisi paling sulit mulai mampu tersenyum, hal tersebut menjadi tanda munculnya harapan.

“Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya,” ucapnya.

Menurut Prabowo, kepemimpinan yang berpijak pada kecintaan kepada rakyat dan akal sehat pada akhirnya akan menghasilkan keputusan yang tepat.

“Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan,” ungkap Prabowo.

Ia pun menegaskan keberanian harus berjalan bersama kebajikan dan empati.

“Keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati,” katanya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.