Bukan di Bakhmut, Wakil Menhan Ukraina Sebut Konflik Kini Berfokus di Mariupol

Jakarta, IDM - Konflik bersenjata antara Ukraina dan Rusia dilaporkan menjadi semakin sengit di luar wilayah Bakhmut. Ukraina mengklaim mereka kini beralih fokus untuk memukul mundur pasukan Rusia yang menduduki Kota Mariupol.
Dilansir dari The Guardian, Sabtu (17/6), Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina Hanna Maliar menyebutkan bahwa pertempuran tidak lagi berfokus di Kota Bakhmut, wilayah timur Donetsk. Melainkan, beralih ke wilayah Selatan seperti Kota Mariupol dan Berdiansk.
“Jika awalnya pusat tempur berada di timur, sekarang kita melihat pertempuran bergerak ke selatan dan daerah yang paling aktif adalah Mariupol dan Berdiansk,” kata Maliar.
Baca Juga: Tempatkan Senjata Nuklir di Belarus, Putin: Sebagai Peringatan untuk Barat
Maliar menjelaskan, peralihan fokus tempur itu terjadi karena pasukan Ukraina telah berhasil memukul mundur pasukan Rusia di Kota Bakhmut. Sehingga, kini saatnya Ukraina memperluas kemenangan di daerah Selatan.
Menurutnya, perbandingan kemajuan di timur dan selatan masih terpaut cukup jauh. Ia mengungkapkan, pertempuran di wilayah timur telah menyebabkan pasukan Rusia tewas sekitar 9 kali lebih banyak dibanding Ukraina.
“Jika kita berbicara tentang kerugian, di sektor Bakhmut, pasukan Rusia sembilan kali lebih banyak terbunuh daripada Ukraina. Sementara di wilayah selatan, pasukan Rusia yang tewas 5,3 kali lebih banyak daripada Ukraina.”
Baca Juga: Korsel Klaim Temukan Puing-puing Rudal Korut
Kendati demikian, Maliar tidak menyebut jumlah spesifik terkait kerugian yang dialami oleh Ukraina. Namun, berdasarkan informasi intelijen Ukraina, Rusia telah mengalami kerugian besar di medan tempur khususnya persediaan senjata dan tank tempur yang semakin menipis.
“Kami tidak mengalami kerugian besar, tapi tentu saja ini adalah perang dan ada kerugian.” (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































