Bersejarah, Presiden Prabowo jadi Kepala Negara Pertama Penerima Baret Merah Pasukan Khusus Thailand

Jakarta, IDM – Hubungan pertahanan Indonesia dan Thailand mencatat sejarah baru.
Presiden RI Prabowo Subianto resmi menerima tanda kehormatan militer bergengsi dari Kerajaan Thailand berupa Medali Special Warfare Command Royal Thai Army, sekaligus menjadi kepala negara asing pertama yang dianugerahi baret merah Pasukan Khusus Thailand.
Penganugerahan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam kunjungan resmi ke Istana Merdeka, Jakarta.
Selain medali kehormatan, Presiden Prabowo juga menerima airborne aiguillette, tali ornamen yang menjadi simbol keberanian, kesiapan menjalankan misi, dan kehormatan prajurit lintas udara.
Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan tertinggi militer Thailand kepada Presiden Prabowo yang dinilai memiliki dedikasi panjang terhadap penguatan pertahanan serta hubungan erat antara kedua angkatan bersenjata.
Dalam pernyataan pers bersama, PM Anutin menegaskan bahwa Presiden Prabowo merupakan sosok yang sangat dihormati di lingkungan militer Thailand.
Rekam jejaknya sebagai prajurit dan pemimpin dinilai memberikan kontribusi besar terhadap penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.
"Oleh karena itu, angkatan bersenjata Thailand menyerahkan cenderamata kepada Bapak Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan," ujar PM Anutin.
Baca Juga: Menko Polkam Sentil Kepala Daerah: Jangan Khianati Rakyat yang Memilih Anda!
Bagi Indonesia, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan personal terhadap Presiden Prabowo, melainkan juga mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis Jakarta-Bangkok di sektor pertahanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama militer kedua negara terus mengalami peningkatan, mulai dari latihan bersama, pendidikan militer, pertukaran personel, hingga penguatan koordinasi dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan, termasuk ancaman lintas negara dan stabilitas di Asia Tenggara.
Presiden Prabowo mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan bergengsi tersebut. Menurutnya, penganugerahan itu merupakan simbol kepercayaan yang dibangun kedua negara selama puluhan tahun.
"Penghargaan ini di luar dugaan saya dan saya anggap sebagai cerminan dari kepercayaan, persahabatan, saling menghormati dan eratnya hubungan antara Indonesia dan Thailand," kata Presiden Prabowo.
Penganugerahan Medali Special Warfare Command Royal Thai Army juga menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Saudi, Qatar hingga Mesir Bisa Terdorong Miliki Senjata Nuklir
Di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik, hubungan erat antarangkatan bersenjata menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas regional.
Status Presiden Prabowo sebagai kepala negara pertama yang menerima baret merah Pasukan Khusus Thailand menunjukkan tingginya penghormatan militer Negeri Gajah Putih terhadap Indonesia sekaligus mempertegas posisi strategis Jakarta sebagai mitra utama Bangkok di bidang keamanan dan pertahanan.
Dengan penghargaan tersebut, Indonesia dan Thailand membuktikan kerja sama pertahanan kedua negara tidak hanya dibangun melalui perjanjian dan latihan militer, tetapi juga dilandasi kepercayaan, persahabatan, dan saling menghormati yang terus berkembang di tingkat kepemimpinan nasional.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































