INTERNASIONAL

Balon Pengintai Cina Diduga Mampu Kirim Data Intelijen Secara Langsung

balon
Angkatan Laut AS memulihkan balon pengintai di lepas pantai Pantai Myrtle, Carolina Selatan pada 5 Februari 2023 (Foto: Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IDM – Hasil pemeriksaan terhadap puing-puing balon pengintai Cina yang di tembak jatuh pada awal Februari lalu mengungkapkan bahwa balon tersebut mampu menangkap dan mengumpulkan informasi intelijen dari beberapa situs militer di Amerika Serikat (AS). Bahkan, balon yang sempat mengorbit selama beberapa hari itu diduga mampu mengirim data secara langsung atau realtime ke otoritas di Beijing.

Dilansir dari NBC, Rabu (5/4), laporan tersebut diungkapkan oleh dua pejabat senior AS dan satu mantan administrator yang identitasnya disembunyikan. Balon berukuran tiga bus sekolah itu diketahui terbang dalam formasi angka delapan di sekitar situs sensitif AS.

Baca Juga: Stoltenberg: Finlandia Resmi Menjadi Anggota NATO ke-31

"Informasi intelijen yang dikumpulkan Cina sebagian besar berasal dari sinyal elektronik, yang dapat diambil dari sistem senjata, termasuk komunikasi dari personel yang ada di markas, bukan gambar," ujarnya.

Lebih lanjut, kemampuan menangkap sinyal balon pengintai itu mampu bekerja secara maksimal jika pemerintah AS tidak menggunakan teknologi untuk mengaburkan sinyal di sekitar situs militer mereka.

Meski hasil pemeriksaan ini telah diungkapkan ke publik, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Kirby John menolak untuk menjawab pertanyaan tentang jenis sinyal elektronik atau alat komunikasi yang dapat diakses oleh balon Cina tersebut.

Baca Juga: Hadapi Ekspansi NATO, Rusia Perkuat Pertahanan Militer

"Mengetahui balon itu memasuki wilayah udara AS, kami mengambil tindakan untuk membatasi kemampuannya untuk mengumpulkan informasi tambahan atau informasi yang sangat berguna bagi Cina,” ujar Kirby.

Hingga saat ini, Pemerintah AS masih belum dapat mengetahui secara pasti mungkinkah Cina mampu menghapus data yang telah dikirim dari balon tersebut. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan apakah ada informasi intelijen yang berhasil dikumpulkan oleh balon pengintai yang tidak diketahui Pentagon karena Cina bersikeras bahwa balon itu hanya digunakan untuk kepentingan meteorologi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.