Balas Iran, Israel Luncurkan Serangan Rudal

Jakarta, IDM – Israel dilaporkan telah meluncurkan rudal terhadap Iran. Serangan ini merupakan balasan usai Iran menembakkan sekitar 300 rudal dan drone pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari ABC News, Jumat (19/4), informasi tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya. Rudal itu disebut telah mengenai salah satu fasilitas di Iran, tanpa ada penjelasan lebih lanjut.
Baca Juga: Rusia: Ukraina Berulang Kali Serang Fasilitas Medis
Sementara, media lokal Iran, FarsNews melaporkan bahwa terdapat tiga ledakan di dekat bandara dan pangkalan militer di Kota Isfahan. Serangan yang disebut merupakan drone itu diduga menargetkan radar militer. Namun, berhasil ditembak jatuh dan tidak ada kerusakan fatal.
“Pertahanan diaktifkan sebagai respons terhadap objek yang kemungkinan besar adalah drone,” tulis FarsNews mengutip CNN.
Baca Juga: UE Menduga Cina Pasok Komponen untuk Senjata ke Rusia
Beberapa penerbangan domestik Iran pun telah ditangguhkan pada Jumat pagi waktu setempat. Selain itu, situs nuklir Iran yang berlokasi di Isfahan juga dipastikan aman. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































