Awasi Latihan Militer, Cina Kirim Satelit Pengintai Ke Australia

Jakarta, IDM - Cina diduga mengerahkan satelitnya untuk memata-matai latihan militer multilateral di Australia. Satelit itu dicurigai sengaja melewati ruang angkasa Australia untuk mengumpulkan informasi terkait latihan tersebut.
Dilansir dari ABC, Jumat (18/8), industri pertahanan EOS Space Systems yang berbasis di Canberra melacak tiga satelit orbit geostasioner Cina yang bermanuver melintasi Australia, untuk memantau Latihan Talisman Sabre dan Latihan Malabar.
Satelit itu terdiri dari Shiyan 12-01 yang bermanuver di wilayah utara, sedangkan satelit Shijian-17 dan Shijian-23 terdeteksi melayang ke timur. Selain itu, ratusan satelit orbit rendah dengan ukuran lebih kecil juga disebut aktif mengudara di atas benua Australia sejak bulan lalu.
Baca Juga: Ukraina Klaim Pukul Mundur Pasukan Rusia di Wilayah Timur
"Kami telah mengamati satelit Cina selama Latihan Talisman Sabre dan Malabar. Data menunjukkan adanya cukup banyak aktivitas satelit itu mengamati benua Australia selama latihan berlangsung," kata James Bennett, Wakil Dirut EOS Space Systems.
"Kami telah melihat lebih dari 300 satelit mengamati aktivitas di darat sejak dimulainya latihan Malabar yang berpusat di sekitar area teluk Sydney Harbour," tambahnya.
Lebih lanjut, Bennett mengatakan sejumlah besar satelit Cina itu dan telah melakukan "pengamatan terus-menerus", diduga untuk memperoleh informasi tentang kemampuan dan persenjataan yang digunakan ketika latihan.
Baca Juga: Unjuk Kekuatan, Kapal Angkatan Laut Cina dan Rusia Belayar Dekat Wilayah Jepang
"Mereka dapat memperoleh informasi intelijen militer tentang kemampuan dan perlengkapannya, serta proses latihan militer di darat," imbuhnya.
Menanggapi tindakan Cina tersebut, Kementrian Pertahanan Australia akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan keamanan informasi di luar angkasa. Namun, mereka tidak memberikan perincian tentang bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan.
"Kementrian Pertahanan Australia akan mengambil tindakan secara hati-hati untuk menjaga keamanan informasi pasukan Australia dan negara yang berpartisipasi," imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































