ASEAN Desak AS-Iran Akhiri Konflik

Jakarta, IDM – ASEAN menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri dari saling serang dan menciptakan kondisi kondusif selama gencatan senjata menuju solusi damai.
Hal itu diungkapkan dalam pernyataan bersama negara-negara anggota ASEAN usai KTT ke-48 di Mactan Expo, Cebu, Filipina pada Jumat (8/5).
"Kami mendesak semua pihak yang terlibat untuk menjaga kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan gencatan senjata secara penuh dan efektif, dengan menahan diri sepenuhnya, menghentikan semua permusuhan, dan menghindari tindakan apa pun yang dapat memperburuk situasi," tulis pernyataan bersama tersebut.
Baca Juga: Iran Akui Luncurkan Serangan Udara terhadap Armada AS
Lebih lanjut, mereka menggarisbawahi pentingnya stabilitas, menjunjung hukum internasional dan diplomasi dalam mengatasi konflik, termasuk penghentian konflik secara menyeluruh di Timur Tengah.
Pernyataan itu juga menyoroti dampak konflik terhadap aktivitas ekonomi global dan regional, khususnya pada pasar energi dan jalur transportasi maritim dan udara. ASEAN menggarisbawahi pentingnya menjaga rantai pasokan energi global yang stabil, terbuka, dan andal serta jalur perdagangan maritim, dan juga jalur transit darat dan lintas batas.
"Kami lebih lanjut menekankan perlunya menjaga kelancaran arus energi dan barang-barang penting, termasuk pangan, input pertanian, produk farmasi, dan bahan bakar transportasi, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan di seluruh ASEAN," katanya.
Baca Juga: Kembali Serang Iran, AS Klaim Bentuk Bela Diri
Para pemimpin turut menekankan perlunya koordinasi respons terhadap dampak tersebut, tujuannya untuk mengurangi tekanan dari guncangan energi yang telah mengguncang perekonomian.
ASEAN sepakat untuk memperkuat keamanan dan ketahanan energi regional melalui peningkatan kerja sama dan koordinasi regional, termasuk diversifikasi pasokan, seperti transisi energi bersih dan terbarukan, memperluas sumber minyak mentah dan produk olahan, dan memperkuat perdagangan energi intra-ASEAN.
"Serta mempercepat pencampuran biodiesel dan bioetanol, mempromosikan penggunaan kendaraan listrik dan peralatan masak listrik, meningkatkan penyebaran energi terbarukan, dan mengeksplorasi peran teknologi baru, termasuk energi nuklir sipil, sesuai dengan standar keselamatan internasional," jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































