INTERNASIONAL

AS Usul Gencatan Senjata 60 Hari Konflik Israel-Hamas

UNRWA
Fasilitas kesehatan UNRWA hancur akibat konflik di Gaza (Foto: Dok. X/UNRWA)

Jakarta, IDM - AS mengusulkan gencatan senjata selama 60 hari dalam konflik Israel-Hamas. Proposal ini merupakan yang terbaru dalam upaya menyelesaikan konflik di tahun ini.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/5), AS mengusulkan gencatan senjata dan pembebasan 28 tawanan Israel dalam keadaan hidup maupun tidak pada minggu pertama, sebagai imbalan atas pembebasan 1.236 tawanan Palestina dan jenazah 180 warga Palestina.

Baca Juga: Zelensky Sebut Rusia Kerahkan 50.000 Tentara di Wilayah Sumy

Proposal itu disebut dijamin oleh Presiden AS Donald Trump serta mediator Mesir dan Qatar. Bantuan kemanusiaan ke Gaza akan segera dikirim setelah Hamas menandatangani perjanjian gencatan senjata. Bantuan itu akan dikirimkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Red Crescent, dan organisasi lain yang disepakati.

Israel pun dilaporkan telah menyetujui usulan gencatan senjata AS tersebut. Sedangkan Hamas menyatakan pihaknya masih meninjau rencana itu dan akan memberi tanggapan hingga Sabtu esok. Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa proposal itu tidak memuat komitmen Israel untuk mengakhiri perang maupun penarikan seluruh pasukan.

Proposal itu juga mengatakan bahwa Israel akan menghentikan semua operasi militer di Gaza segera setelah gencatan senjata berlaku. Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) juga akan mengerahkan kembali pasukannya secara bertahap.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Madiun dan Bali Lulus Pendidikan Infanteri TNI AD

Upaya untuk kembali gencatan senjata sulit dilakukan karena tuntutan dari masing-masing pihak. Israel bersikeras agar Hamas melucuti senjata sepenuhnya, membubarkan diri sebagai kekuatan militer dan pemerintahan, serta mengembalikan semua 58 sandera yang masih ditahan di Gaza.

Sementara, Hamas menolak tuntutan untuk melucuti senjata dan Israel harus menarik pasukannya keluar dari Gaza untuk betul-betul mengakhiri konflik. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.