AS Tidak Berencana Kirim Senjata Nuklir ke Ukraina

Jakarta, IDM – Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan bahwa pihaknya tidak berencana untuk mengirim senjata nuklir ke Ukraina di tengah konflik dengan Rusia.
"Itu tidak sedang dipertimbangkan. Tidak. Yang kami lakukan adalah meningkatkan berbagai kapasitas konvensional ke Ukraina sehingga mereka dapat secara efektif mempertahankan diri dan melawan Rusia, bukan kemampuan nuklir," katanya melansir ABC, Senin (2/12).
Hal itu ia ungkapkan menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan Ukraina mendapat senjata nuklir. Pada bulan lalu, The New York Times melaporkan bahwa beberapa pejabat yang tidak disebutkan namanya telah menyarankan Presiden AS Joe Biden untuk memberikan senjata nuklir kepada Ukraina sebelum ia meninggalkan jabatannya.
Baca Juga: Presiden Korut: Rusia Punya Hak untuk Membela Diri terhadap Ukraina
Lebih lanjut, Sullivan mengungkapkan bahwa Biden tengah berupaya meningkatkan bantuan ke Ukraina sekaligus melanjutkan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
"Kami akan melakukan segala daya kami selama 50 hari ini untuk memberi Ukraina semua alat yang mungkin kami bisa untuk memperkuat posisi mereka di medan perang sehingga mereka akan menjadi lebih kuat di meja perundingan," imbuhnya.
Ia menuturkan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pemerintahan terpilih Donald Trump terkait kebijakan bantuan jangka panjang ke Ukraina.
Baca Juga: Zelensky: Perang Dapat Berakhir Jika Ukraina Gabung NATO
"Saya telah mendorong tim Ukraina untuk melibatkan tim yang baru serta melibatkan semua sekutu dan mitra kami, karena, sekali lagi, pada tanggal 21 Januari, perang di Ukraina tidak akan berakhir begitu saja," imbuhnya.
"Tim yang baru akan memiliki kebijakannya sendiri, pendekatannya sendiri, dan saya tidak dapat berbicara mengenai hal itu, tetapi yang dapat saya lakukan adalah memastikan bahwa kami menempatkan Ukraina pada posisi terbaik saat kami menyerahkan tongkat estafet," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































