AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Targetkan Kapal Komersial

Jakarta, IDM – Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menembak jatuh beberapa drone Iran, yang berupaya menyerang kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Presiden Korut Tekankan Dukungan pada Putin
"Iran meluncurkan sejumlah drone serang satu arah dalam upaya untuk menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan AS telah menembak jatuh semua drone tersebut dalam beberapa jam terakhir, sementara arus lalu lintas melalui selat tetap berjalan tanpa hambatan," ujar US CENTCOM melalui platform X, Sabtu (13/6).
Lebih lanjut, US CENTCOM mengatakan bahwa koridor perdagangan internasional tetap terbuka untuk lalu lintas maritim. Namun, tidak diungkapkan secara merinci berapa jumlah drone yang ditembak jatuh tersebut.
Baca Juga: Sinyal Damai AS-Israel-Iran, Menlu Araghchi Sebut Kesepakatan Belum Final
Hal ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut "poin-poin akhir" telah disepakati menuju kesepakatan damai.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































