AS Tambah Pasokan Senjata Senilai $1,2 Miliar ke Ukraina

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali mengirim persenjataan tambahan untuk Ukraina dengan nilai sebesar $1,2 miliar. Persenjataan ini mencakup sistem pertahanan udara, artileri, amunisi, sistem citra satelit, serta sebagian dana akan digunakan untuk pelatihan militer.
Dilansir dari Defense.gov, laman resmi Departemen Pertahanan AS, Rabu (10/5), paket persenjataan ini disebut sebagai jawaban atas kebutuhan Ukraina menghadapi gelombang serangan yang meluas di Kyiv. Selain pengiriman tambahan persenjataan yang sama seperti sebelumnya, Ukraina juga akan menerima teknologi yang memungkinkan integrasi antara rudal dan radar pertahanan udara Barat dengan sistem yang dimiliki Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan 35 Drone Rusia dalam Semalam
“Paket (persenjataan) ini menggarisbawahi komitmen AS yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak Ukraina atas sistem pertahanan udara dan amunisi. Ini juga akan membangun kapasitas angkatan bersenjata Ukraina untuk mempertahankan wilayahnya dan mencegah agresi Rusia dalam jangka panjang,” ujar Sekretaris Pers Pentagon Brigjen Angkatan Udara Jenderal Pat Ryder saat konferensi pers.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa paket persenjataan terbaru ini tidak akan dikirim dari persediaan yang dimiliki AS. Melainkan melalui Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI), yang memungkinkan AS untuk mengontrak industri militer negaranya dan sekutu.
Baca Juga: Peringati ‘Victory Day’, Putin Serukan Tentara Tetap Berjuang
Pentagon juga merilis lembar fakta yang memuat daftar persenjataan yang dikirim AS ke Ukraina, antara lain 38 HIMARS, lebih dari 1,8 juta amunisi kaliber 25 mm, 1.600 rudal anti pesawat Stinger dan 31 kendaraan tempur Abrams.
Dalam rilis yang diunggah pada Selasa (9/5), nilai total bantuan AS untuk Ukraina telah mencapai $37,6 miliar, di mana 700 juta dolar dikirim sebelum invasi Rusia pada Februari 2022. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































