AS Setop Bantuan Militer, Ukraina Sebut akan Tetap Pertahankan Hubungan Bilateral

Jakarta, IDM – Ukraina mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya mempertahankan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump menghentikan bantuan militer ke Kyiv.
Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal menuturkan, yang menambahkan bahwa pihaknya masih memiliki sumber daya untuk memasok pasukan garis depannya.
Baca Juga: Deterens Terhadap Ancaman Korut, AS Kirim Kapal Induk USS Carl Vinson ke Korsel
"Kami akan terus bekerja sama dengan AS melalui semua saluran yang tersedia dengan tenang. Kami hanya punya satu rencana, menang dan bertahan hidup. Kami menang, atau rencana B akan ditulis oleh orang lain," kata Shmyhal melansir Reuters, Selasa (4/3).
Sebelumnya, otoritas AS mengungkapkan penghentian itu dilakukan karena Trump ingin berfokus pada perdamaian. Dengan demikian, bantuan yang diberikan ke Ukraina harus berkontribusi pada solusi.
Baca Juga: Korut Sebut AS Tingkatkan Provokasi Militer
"Presiden Trump telah menegaskan bahwa ia berfokus pada perdamaian. Kami ingin mitra kami juga berkomitmen pada tujuan itu. Kami sedang menghentikan dan meninjau bantuan kami untuk memastikan bahwa bantuan tersebut berkontribusi pada solusi," kata otoritas AS yang tidak disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, negara-negara Eropa yang dipimpin Prancis dan Inggris berupaya membentuk koalisi untuk memberikan dukungan alternatif bagi Kyiv. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































