AS Sebut Kapal Perang Cina Kembali Lakukan Konfrontasi di Perairan Internasional

Jakarta, IDM – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa kapal perang Luyang III (DDG 132) Cina telah melakukan tindakan konfrontatif, berupa berlayar mendekati kapal perusak AS dalam jarak hanya 137 meter.
Dilansir dari Pacom.mil, Senin (5/6), Komando Indo-Pasifik AS menjelaskan, kapal Cina tersebut telah sengaja memotong lintasan kapal perusak milik USS Chung-Hoon ketika angkatan laut AS sedang transit bersama HMCS Montreal Kanada di perairan internasional Selat Taiwan pada Sabtu (3/6).
"Selama transit, PLA(N) LUYANG III DDG 132 (PRC LY 132) melakukan manuver dengan cara yang tidak aman di sekitar Chung-Hoon," demikian pernyataan dari Komando Indo-Pasifik AS.
Baca Juga: Belanda Berencana Pasok 96 Tank Leopard 1 ke Ukraina
Menurut Komando Indo-Pasifik AS, kapal perang Luyang III (DDG 132) Cina mendekat dari sisi kiri kapal USS Chung-Hoon hingga hanya berjarak sekitar 137 meter. Kapal itu pun terpaksa mengurangi laju menjadi 10 knot untuk menghindari tabrakan.
"RRC LY 132 menyusul Chung-Hoon di sisi kiri mereka dan memotong haluan mereka pada jarak 150 yard (137 meter). Chung-Hoon mempertahankan jalurnya dan melambat hingga 10 knot untuk menghindari tabrakan," kata pernyataan itu.
Tindakan konfrontatif itu disebut membahayakan dan melanggar aturan berlayar di laut internasional.
Baca Juga: Militer AS Peringatkan Bahaya Teknologi Kecerdasan Buatan
"Titik pendekatan terdekat LY 132 adalah 150 yard dan tindakannya melanggar 'Aturan Jalan' maritim untuk jalur aman di perairan internasional," kata Komando Indo-Pasifik.
Kejadian ini merupakan yang kedua kali dalam satu minggu terakhir. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Cina Li Shangfu menilai bahwa AS seringkali melakukan konfrontasi dan merusak stabilitas perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Angkatan Laut Cina pun menegaskan, pihaknya menangani konfrontasi AS sesuai dengan peraturan yang berlaku. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































