INTERNASIONAL

AS Rangkul Australia Hadapi 'Perilaku Intimidasi' Cina

Lloyd Austin, Richard Marles
Menhan AS Lloyd Austin bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles di Brisbane. (Foto: Dok. Defense.gov)

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa negaranya mendukung sekutu untuk memerangi “perilaku intimidasi” Cina. Menurutnya, upaya paling tepat dalam menghadapi ancaman itu adalah mempererat kerja sama.

Dilansir dari Defense.gov, Sabtu (29/7), pernyataan itu diungkapkan saat Austin bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles di Brisbane, Australia pada beberapa waktu lalu.

"Kami telah melihat konfrontasi Cina yang meresahkan dari Laut Cina Timur ke Laut Cina Selatan hingga di sini (Australia). Kami akan terus mendukung sekutu dan mitra kami saat mereka membela diri dari perilaku intimidasi Cina," kata Austin.

Baca Juga: Tentara AS Masih Ditahan di Korea Utara, Pihak Keluarga Tuntut Pemerintah

Lebih lanjut, Austin menyoroti tindakan Cina yang melanggar hukum dan norma internasional terkait menyelesaikan perselisihan secara damai dan tanpa paksaan. Sehingga, AS-Australia perlu memperkuat kerja sama demi menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

"Kami berbagi nilai-nilai dan sejarah panjang dalam bekerja sama untuk mempertahankan tatanan internasional berbasis hukum. Kunci visi misi kami adalah menjaga Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula, kedua negara disebut membahas langkah lanjutan tentang akuisisi kapal selam AS oleh Australia melalui aliansi AUKUS. Marles menilai, proses mewujudkan keinginan Australia memiliki kapal selam itu berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Korut Gelar Parade Militer, Pengamat: Pamer Kekuatan ke AS dan Korsel

"Aliansi kami diwujudkan atas tujuan keamanan nasional dan dunia Australia. Kami sangat menantikan untuk memperluas kerja sama ini," ujar Marles.

Sementara, Cina telah berulang kali mengecam AUKUS sejak diresmikan pada tahun 2021. Aliansi itu disebut sebagai "ancaman yang tidak bertanggung jawab" terhadap perdamaian regional.

"Aliansi itu sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional, mengintensifkan perlombaan senjata, dan merusak upaya non-proliferasi nuklir internasional”, imbuh juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.