INTERNASIONAL

AS, Korsel dan Jepang: Peluncuran Rudal Korut Merupakan Ancaman Mematikan

Hwasongpho-18
Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua Hwasongpho-18. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam peluncuran rudal balistik antarbenua Korea Utara (Korut). Peluncuran rudal itu disebut sebagai "ancaman mematikan" bagi perdamaian dan stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.

Dilansir dari State.gov, laman resmi Pemerintah AS, Sabtu (15/7), dalam pernyataan bersama, ketiga sekutu itu mengatakan bahwa mereka akan mendorong kerja sama untuk memblokir "pendapatan ilegal" Korut melalui warga sipil yang bekerja di luar negeri dan aktivitas siber yang merugikan. Sebab, pendapatan itu diduga menjadi sumber dana Korut untuk mengembangkan program persenjataannya.

Baca Juga: India Berencana Akuisisi 26 Pesawat Tempur Rafale dan 3 Kapal Selam Scorpene

"Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan merupakan ancaman mematikan bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," tulis pernyataan bersama tersebut.

Lebih lanjut, sekutu menyebut peluncuran Korut itu mengancam keselamatan penerbangan sipil dan lalu lintas maritim. Mereka pun akan mendorong komunitas internasional agar bekerja sama memperketat sanksi terhadap pemerintahan Kim Jong Un.

"Kami akan bekerja sama dengan PBB dan komunitas internasional untuk memastikan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjatuhkan sanksi terhadap DPRK diimplementasikan sepenuhnya," ujarnya.

Baca Juga: Kremlin Sebut Status Wagner Tidak Diakui Badan Hukum

"Sejalan dengan itu, ketiga negara akan semakin memperkuat kerja sama keamanan trilateral mengatasi ancaman nuklir dan rudal Korut, termasuk dengan berbagi data peringatan rudal Korut secara real-time dan dengan melakukan latihan pertahanan rudal, anti-kapal selam, dan maritim," jelasnya.

Sebelumnya, Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua dari wilayah pesisir timur pada Rabu lalu. Rudal itu terbang selama 74 menit ke ketinggian 6.000 km dan menjangkau 1.000 km hingga akhirnya jatuh di Laut Timur. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.