AS Diam-diam Kirim Rudal ATACMS ke Ukraina

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengirimkan rudal jarak jauh ATACMS secara diam-diam ke Ukraina untuk digunakan dalam pertempuran melawan penjajah Rusia.
Dilansir dari Reuters, (25/4), menurut otoritas AS yang tidak disebutkan namanya, rudal-rudal tersebut termasuk dalam paket bantuan militer senilai $300 juta, yang disetujui oleh Presiden Joe Biden pada 12 Maret lalu.
Baca Juga: AS Akan Kirim Bantuan Militer Senilai $1 Miliar ke Ukraina
Selain itu, Ukraina pun disebut telah menggunakannya sebanyak dua kali. Rudal itu digunakan untuk pertama kalinya pada 17 April dini hari, diluncurkan ke lapangan terbang Rusia di Krimea yang berjarak sekitar 165 km dari garis depan Ukraina. Kemudian, digunakan kembali melawan pasukan Rusia di Ukraina bagian tenggara di malam harinya.
Baca Juga: Iran dan Pakistan Desak Dewan Keamanan PBB Segera Tindak Israel
Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, membenarkan bahwa "sejumlah besar rudal" telah dikirim ke Ukraina dan mengatakan "kami akan mengirimkan lebih banyak lagi." Namun, tidak menyebut apakah yang dikirim itu termasuk ATACMS, yang dapat mencapai target hingga 300 km. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































