INTERNASIONAL

AS Batal Kirim Sebagian Bantuan Militer, Ukraina Khawatir Rusia Semakin Agresif

Ukraina
Angkatan Bersenjata Ukraina di medan tempur (Foto: Dok. X/Volodymyr Zelensky Official)

Jakarta, IDM – Pemerintah Ukraina memperingatkan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk berhenti memasok sebagian bantuan militer ke Kyiv akan mendorong Rusia memperkuat serangan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan AS Anna Kelly mengumumkan keputusan itu karena persediaan dalam negeri yang semakin menipis. Langkah ini mencerminkan serangkaian prioritas baru di bawah Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Ranjau untuk Tutup Selat Hormuz

Menanggapi keputusan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Mariana Betsa bertemu utusan sementara AS untuk Kyiv John Ginkel. "Pihak Ukraina menekankan bahwa setiap penundaan atau perlambatan dalam mendukung kemampuan pertahanan Ukraina hanya akan mendorong agresor untuk melanjutkan perang dan teror, alih-alih mencari perdamaian," tulis Kementerian Luar Negeri Ukraina melalui platform X, Kamis (3/7).

Betsa menekankan pentingnya melanjutkan pengiriman pasokan militer khususnya untuk mendukung pertahanan udara Ukraina. Menurutnya, Rusia tidak hanya menolak gencatan senjata penuh dan tanpa syarat yang disetujui Ukraina pada 11 Maret, tetapi juga terus menargetkan fasilitas sipil.

Baca Juga: Stok Menipis, AS Batal Kirim Sebagian Bantuan Militer ke Ukraina

Menurut otoritas AS kepada Reuters, pengiriman pasokan yang ditunda itu mencakup 30 rudal Patriot, 8.500 peluru artileri 155mm, lebih dari 250 rudal Guided Multiple Launch Rocket System dan 142 rudal Hellfire. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.