AS Balas Serang Fasilitas Garda Revolusi Iran di Suriah

Jakarta, IDM – Militer AS menyatakan telah melancarkan serangan udara terhadap dua lokasi milisi yang didukung Iran di Suriah Timur sebagai tanggapan atas serangan drone yang menewaskan seorang warganegara AS sehari sebelumnya.
Dilansir dari Defense.gov, Sabtu (25/3), Pentagon mengatakan warganegara AS itu tewas pada Kamis di sebuah markas militer di Suriah Timur Laut akibat serangan drone yang menurut intelijen dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Kami tidak mencari konflik atau perang dengan Iran. Sayangnya, kelompok-kelompok yang didukung Iran ini, tidak hanya di Suriah tetapi juga melakukan operasi di Selat Hormuz, telah mengekspor teror dan ketidakstabilan keamanan,” ujar Sekretaris Pers Pentagon Patrick S. Ryder.
Baca Juga: Korut Klaim Sukses Uji Coba Drone Nuklir Bawah Laut
Sebelumnya, beberapa drone menghantam sebuah fasilitas militer AS di Hasaka, Suriah, pada pukul 13.38 waktu setempat. Enam orang lainnya cedera dalam serangan tersebut, termasuk lima tentara AS.
Ryder menjelaskan, lebih dari 12 jam kemudian, dua F-15E Strike Eagle melancarkan serangan balasan malam hari terhadap dua markas yang berafiliasi dengan IRGC di Suriah timur sekitar pukul 02:40. Tindakan balasan ini dilakukan setelah Presiden Joe Biden memerintahkan perlunya tanggapan “proporsional” kepada Angkatan Udara AS. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































