INTERNASIONAL

AS akan Tingkatkan Jumlah Sistem Rudal ke Filipina

Sistem rudal Typhon
Sistem rudal Typhon AS dikerahkan ke Luzon, Filipina Utara sebagai bagian dari Latihan Salaknib 24. (Foto: Dok. Usarpac.army.mil)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan lebih banyak sistem rudal canggih ke Filipina untuk membantu mencegah agresi di Laut China Selatan.

Hal itu diungkapkan dalam pernyataan bersama setelah AS dan Filipina menggelar pertemuan bilateral di Manila pada beberapa waktu lalu. Kedua negara memandang Cina semakin agresif dan koersif, seiring meningkatnya konfrontasi antarkapal Cina dan Filipina di perairan yang disengketakan tersebut.

Baca Juga: Satgas INDORDB Gelar Pemeriksaan Kesehatan hingga Ketrampilan Memasak bagi Warga Kongo

Selama tahun ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk "meningkatkan penempatan sistem rudal dan sistem tanpa awak canggih AS ke Filipina," tulis pernyataan bersama tersebut, melansir State.gov, Senin (23/2).

AS mulai mengerahkan sistem rudal Typhon untuk latihan militer gabungan ‘Salaknib 24’ di Filipina pada April 2024. Langkah itu langsung dikecam oleh Cina dan menganggapnya berpotensi menyebabkan perlombaan senjata sekaligus mengancam stabilitas regional di kawasan.

Cina juga telah meminta Filipina untuk menarik Rudal Kemampuan Jarak Menengah (Mid-Range Capability/MRC) itu dari wilayahnya, tetapi Pemerintahan Ferdinand Marcos Jr. menolak permintaan tersebut.

Baca Juga: Presiden Ukraina Ingin Segera Pertukaran Tawanan dengan Rusia

Dalam pertemuan tahunan di Manila, AS juga berkomitmen untuk membantu Filipina modernisasi dan industri pertahanan. "Kedua belah pihak mengutuk aktivitas ilegal, koersif, agresif, dan menipu yang dilakukan Cina di Laut China Selatan," katanya.

"Mereka berkomitmen untuk mempertahankan sikap waspada di Indo-Pasifik untuk mencegah konflik dan mengembangkan langkah-langkah yang kuat bersamaan dengan pencegahan untuk menjaga jalur laut tetap terbuka dan tidak tunduk pada kendali sewenang-wenang oleh satu negara," jelasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.