AS akan Segera Tarik 1000 Pasukan dari Niger

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) akan segera menarik sekitar 1.000 pasukannya yang ditugaskan di Niger. Hal itu dilakukan sesuai permintaan pemerintah junta Niger, yang nampak semakin mempererat hubungan bilateral dengan Rusia.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (24/4), Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell telah bertemu dengan Perdana Menteri Niger yang ditunjuk oleh junta militer, Ali Lamine Zeine. Dalam pertemuan itu, Campbell mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mulai "merencanakan penarikan pasukan secara tertib dan bertanggung jawab".
Baca Juga: Jerman Tangkap Tiga Orang, Diduga Mata-mata Cina
AS membangun pangkalan militer di Niger untuk memerangi kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan ISIS di wilayah Sahel, termasuk Burkina Faso dan Mali.
Salah satu pangkalan militer AS terletak di Kota Agadez, sekitar 920 km dari Ibu Kota Niamey, Nigeria. Dikenal sebagai Pangkalan Udara 201, AS membangunnya dengan biaya lebih dari $100 juta dan mulai beroperasi sejak 2018.
Baca Juga: OHCHR Serukan Penyelidikan Terkait Penemuan Kuburan Massal di Rumah Sakit Jalur Gaza
Sebelumnya, junta Niger nampak semakin mempererat hubungan dengan Rusia, yang diwujudkan ketika pelatih militer Rusia beserta pasokan perlengkapan pertahanan tiba di Niger pada beberapa waktu lalu. Namun, kedatangan itu disebut sebatas untuk melatih tentara Niger menggunakan peralatan militer yang dipasok Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































