AS Akan Kirim Bantuan Militer Senilai $1 Miliar ke Ukraina

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket bantuan baru senilai $1 miliar untuk Ukraina tidak lama setelah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang tambahan keamanan nasional.
Undang-undang tersebut baru disahkan Dewan Perwakilan Rakyat AS setelah perdebatan sengit antara anggota parlemen sela beberapa bulan, mengenai bagaimana atau apakah AS akan terus memasok persenjataan bagi Ukraina dalam menghadapi Rusia.
Baca Juga: Inggris Dakwa Dua Warga atas Tindakan Mata-mata untuk Cina
"Presidential Drawdown Authority (PDA) ini diperkirakan bernilai $1 miliar dan mencakup kemampuan untuk mendukung kebutuhan Ukraina yang paling mendesak, termasuk pencegat pertahanan udara, peluru artileri, kendaraan lapis baja, dan senjata anti-tank," tulis Kemhan AS melansir Defense.gov, Kamis (25/4).
Bagian penting dari bantuan baru ini adalah peluru artileri 155 mm, amunisi mortir, serta amunisi pertahanan udara RIM-7 dan AIM-9M. Ukraina telah menjadikan keduanya sebagai prioritas, dengan artileri sebagai unsur utama untuk melindungi pasukan Ukraina di darat dan pertahanan udara untuk mempertahankan wilayah kota.
Baca Juga: Wamenhan Rusia Diduga Menerima Suap, Terancam 15 Tahun Penjara
Bantuan ini pun mencakup rudal anti-pesawat Stinger, peluncur anti-lapis baja Javelin dan AT-4, amunisi senjata kecil seperti peluru kaliber 50 dan amunisi untuk HIMARS. Bahkan, Ukraina akan mendapatkan kendaraan tempur infanteri Bradley, Humvee hingga ranjau anti-lapis baja. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































