POLKAM

Ancaman Bawah Laut Meningkat, Kemenko Polkam Dorong Modernisasi Deteksi Maritim Nasional

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam dorong modernisasi deteksi maritim nasional. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Perkembangan teknologi militer dan meningkatnya aktivitas strategis di kawasan perairan regional mendorong Indonesia untuk memperkuat kemampuan deteksi ancaman bawah laut sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan pengawasan bawah laut kini menjadi dimensi baru yang tidak dapat dipisahkan dari strategi pertahanan maritim Indonesia.

Saat mengunjungi Maritime Command Center Pusinfomar TNI di Batam, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Mohammad K. Koba menilai ancaman masa depan akan semakin banyak muncul dari ruang maritim yang sulit terdeteksi oleh sistem konvensional.

Baca Juga: Menko Polkam: Jangan Tunggu Api Membesar, Pencegahan Karhutla adalah Bentuk Bela Negara

Maka, pemerintah mendorong penguatan jaringan sensor, radar maritim, kamera termal, serta integrasi data AIS untuk membangun kemampuan pemantauan yang lebih komprehensif.

“Kawasan maritim Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ancaman di permukaan maupun bawah laut akan menjadi semakin penting sehingga membutuhkan sistem deteksi yang modern, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis,” ujarnya.

Penguatan kapasitas deteksi bawah laut menjadi krusial mengingat Indonesia berada pada jalur strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Baca Juga:  Indonesia Pimpin 68 Negara di Dewan HAM PBB, Dorong Pangan Bergizi bagi Anak

Jalur tersebut tidak hanya penting bagi perdagangan global, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam aspek pertahanan dan keamanan.

Kemenko Polkam menilai investasi pada teknologi pengawasan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah penting untuk membangun sistem pertahanan maritim yang mampu menghadapi ancaman masa depan.

Bukan cuma itu, teknologi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim regional yang disegani.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.