POLKAM

Akmil Perkuat Fondasi Kepemimpinan untuk Mencetak Perwira Tangguh Pertahanan Masa Depan

Akmil
Akmil perkuat fondasi kepemimpinan untuk mencetak perwira tangguh pertahanan masa depan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Akademi Militer (Akmil) terus memperkuat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kapasitas intelektual para taruna sebagai bagian dari upaya mencetak perwira TNI yang mampu menjawab tantangan pertahanan masa depan.

Penguatan tertuang dalam pembekalan yang diberikan kepada para taruna dan taruni Akmil di Magelang.

Pembekalan tersebut menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai elemen utama dalam membangun kekuatan pertahanan negara.

Di tengah dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks, calon perwira TNI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang andal, tetapi juga wawasan luas, daya pikir strategis, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Dalam kesempatan tersebut, para taruna diingatkan untuk meneladani para pemimpin bangsa yang lahir dari Akademi Militer, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Kemenko Polkam: Pemuda Harus jadi Motor Diplomasi Solutif Hadapi Ketidakpastian Global

Kedua tokoh tersebut dinilai memiliki kesamaan mendasar, yakni semangat belajar yang tinggi dan kegemaran membaca sebagai sarana memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas kepemimpinan.

Budaya literasi disebut sebagai salah satu faktor penting yang membentuk kualitas seorang perwira.

Pengetahuan yang terus berkembang dinilai menjadi bekal utama bagi prajurit dalam memahami perkembangan geopolitik, strategi militer, teknologi pertahanan, hingga tantangan keamanan nasional yang terus berubah.

Selain peningkatan kapasitas individu, pembinaan di Akmil juga menitikberatkan pada penguatan jiwa korsa dan soliditas antartaruna.

Nilai kebersamaan tersebut dianggap sebagai fondasi utama yang selama ini menjadi kekuatan TNI dalam menjalankan berbagai tugas pertahanan maupun operasi militer selain perang.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan tak Ada Ampun bagi Penyelewengan MBG

“Pangkat bukan sekadar simbol jabatan, melainkan cerminan kualitas diri. Semakin tinggi tanggung jawab yang diemban, semakin tinggi pula kualitas kepemimpinan, wawasan, dan profesionalisme yang harus dimiliki,” ungkap Menko Polkam Djamari Chaniago.

Penguatan karakter kepemimpinan juga diarahkan pada kemampuan membangun kedekatan dengan prajurit dan masyarakat.

Seorang perwira TNI dituntut mampu menjadi teladan, memahami kondisi anggotanya, serta menjalin hubungan yang baik dengan rakyat sebagai bagian dari sistem pertahanan negara yang bersifat semesta.

Di sisi lain, pentingnya sinergi antara TNI dan Polri turut menjadi perhatian dalam pembekalan tersebut. Kedua institusi dinilai memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional, kedaulatan negara, dan keutuhan wilayah Indonesia.

Pembinaan kepemimpinan yang dilaksanakan Akmil merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam menyiapkan generasi perwira yang profesional, modern, dan berintegritas.

Baca Juga: Perketat Pengawasan Program Strategis Nasional, Presiden Prabowo Turun Langsung Awasi Kinerja Kementerian

Dengan bekal kemampuan akademik, mental, fisik, serta karakter kepemimpinan yang kuat, para taruna diharapkan mampu menjadi pemimpin militer yang adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa mendatang.

Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, menilai pembekalan yang diberikan kepada para taruna menjadi sumber inspirasi dan wawasan yang sangat berharga.

Menurutnya, pengalaman dan pandangan strategis yang dibagikan dapat memperkaya proses pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter calon perwira TNI.

"Kami berharap para taruna dapat mengambil banyak pelajaran dari berbagai pengalaman dan nasihat yang diberikan. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk pemimpin TNI yang profesional, berkarakter, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Akmil menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan perwira-perwira berkualitas yang tidak hanya unggul di medan tugas, tetapi juga punya kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang mampu memperkuat sistem pertahanan Indonesia di masa depan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.