POLKAM

Akhir Maret, Presiden Prabowo Bakal Temui Kaisar Jepang hingga PM Sanae Takaichi

Presiden RI Prabowo Subianto
Momen akrab Presiden RI Prabowo Subianto saat berdiskusi dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di sela-sela KTT APEC Korea 2025 lalu. (Foto: Dok. Instagram/sekretariat.kabinet)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto bakal bertolak ke Jepang pada akhir Maret ini. Lawatan ini spesial lantaran menandai kunjungan resmi perdana ke Negeri Sakura sejak menjabat sebagai kepala negara.

Kementerian Luar Negeri (MoFA) Jepang lewat keterangan resminya menyebutkan, Prabowo dijadwalkan berada di Tokyo selama tiga hari, terhitung sejak 29–31 Maret. Pemerintah setempat pun menyatakan sangat menyambut hangat kedatangan pemimpin Indonesia tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI Kerahkan Kapal Bantu Transportasi Mudik Lebaran

"Kunjungan Presiden Prabowo merupakan kesempatan besar bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif," tulis pernyataan resmi MoFA Jepang sebagaimana melansir situs resminya, Sabtu (14/3).

Selama di sana, Prabowo mengemban agenda kenegaraan tingkat tinggi. Ia bakal melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran. Tak sekadar bertemu, Kaisar Naruhito juga akan menjamu Prabowo dalam acara makan siang resmi sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi tamu negara.

Selain menemui kaisar, Prabowo bakal menggelar diskusi bilateral bareng Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Kedua pemimpin ini siap membedah sejumlah isu krusial demi mempererat kerja sama ekonomi maupun keamanan di kawasan Asia.

Baca Juga: Konflik Global Memanas, Presiden Prabowo Dorong Efisiensi Anggaran Negara Seperti di Pakistan

Penguatan hubungan di level kepala negara ini pun beriringan dengan rencana pembahasan teknis di sektor pertahanan. Sebagaimana melansir laporan Asahi Shimbun, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi berencana menyambangi Jakarta pada awal Mei untuk menemui Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Koizumi kabarnya bakal membawa misi perluasan kerja sama keamanan dan ekspor alpalhankam, menyusul rencana Tokyo merevisi aturan ekspor senjata mereka pada April mendatang.

Dalam laporan tersebut, Indonesia disebut-sebut menunjukkan ketertarikan kuat terhadap kapal selam bekas milik Jepang. Pertemuan resmi pada akhir Maret ini otomatis mengukuhkan babak baru hubungan Jakarta-Tokyo di panggung internasional sekaligus memperkokoh sistem pertahanan nasional. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.