560 Ton Pasokan Makanan Masuk Gaza Setiap Hari, WFP Sebut Masih Belum Cukup

Jakarta, IDM – Badan Pangan Dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (WFP) menyatakan bahwa sekitar 560 ton makanan didistribusikan setiap harinya ke Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober lalu. Namun, jumlah itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan para penduduk.
"Gencatan senjata telah membuka peluang yang sempit, dan WFP bergerak sangat cepat dan tanggap untuk meningkatkan bantuan pangan dan menjangkau keluarga-keluarga yang kelaparan di pengungsian, " kata juru bicara WFP Abeer Etefa, melansir AA, Sabtu (18/10).
Baca Juga: TNI AD Bangun Pangkalan di Ibu Kota Nusantara
Sekitar 230 truk membawa pasokan makanan dengan seberat 2.800 ton ke Gaza pada 11-15 Oktober. Ia mencatat WFP rata-rata mengirim pasokan makanan sekitar 560 ton per hari.
"Ini (pasokan makanan) masih di bawah angka yang butuhkan, tetapi kami sedang menuju ke arah yang benar," katanya.
Baca Juga: Prajurit TNI AD Sumbang Emas Binaraga Dunia, Kalahkan 37 Negara
Saat ini, WFP memiliki lima titik distribusi makanan yang tersebar di Gaza, dan berencana memperluas jaringan tersebut menjadi total 145 titik guna mempermudah penyaluran bantuan untuk sekitar dua juta warga.
Ia pun menuturkan, sembilan toko roti kembali beroperasi di Gaza dan memproduksi lebih dari 100.000 roti dengan masing-masing berat dua kg setiap hari, yang diperkirakan cukup untuk lima anggota keluarga. WFP berharap dapat menambah jumlah toko roti menjadi 30 unit. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































