45 WNI Kembali Dievakuasi dari Iran

Jakarta, IDM – Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri (Kemlu) kembali mengevakuasi 45 WNI dari Iran yang terdampak eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Rabu (15/4), evakuasi kali ini terbagi menjadi tiga kloter dan para WNI dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14-16 April.
Baca Juga: Presiden Prabowo-Macron Bertemu di Élysée, Indonesia Perkuat Peran Strategis di Eropa
Kloter pertama tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kemarin pada pukul 18.00, setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan. Setelah ketibaan, para WNI diserahterimakan kepada Dinsos DKI Jakarta, Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Lampung untuk menjalani proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Sementara itu, kloter kedua dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari ini dan disusul kloter ketiga besok. Pelaksanaan evakuasi merupakan upaya guna memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di wilayah yang terdampak konflik.
Baca Juga: Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz
Berdasarkan catatan KBRI Tehran per 7 April, terdapat 281 WNI berada di wilayah Iran. Jumlah ini setelah evakuasi tahap pertama dan kedua. Mereka mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa di Kota Qom. Sementara, sebagian lainnya sisanya adalah pekerja migran dan ekspatriat.
"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi dan keberadaan para WNI, serta melakukan asesmen tentang bentuk bantuan yang saat ini dapat diberikan," pungkas Kemlu RI. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































