228 Aset Militer AS Rusak karena Serangan Udara Iran

Jakarta, IDM – Serangan udara Iran telah menyebabkan kerusakan pada 228 titik militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di negara-negara tetangga di Timur Tengah. Jumlah ini lebih banyak daripada yang diakui secara publik oleh para pejabat AS.
Baca Juga: Indonesia Tekankan Kesatuan ASEAN Kunci Hadapi Krisis Global
Kerusakan itu dianalisis berdasarkan citra satelit oleh The Washington Post, dikutip pada Kamis (7/5). Hasilnya, kerusakan terjadi pada 228 titik di 15 pangkalan AS, termasuk 217 bangunan dan 11 aset militer.
Sebagian besar kerusakan terjadi di markas besar The 5th Fleet di Bahrain dan tiga pangkalan di Kuwait. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa lokasi itu terkena dampak parah mungkin karena mengizinkan serangan dari wilayah mereka.
Serangan itu dilaporkan menghancurkan sistem pertahanan rudal Patriot di Bahrain dan Kuwait, sebuah antena satelit di Naval Support Activity Bahrain, dan sistem radar THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga: Airbus-Indonesia Jajaki Kerja Sama Perkuat Ekosistem Industri Kedirgantaraan
Kerusakan di Naval Support Activity Bahrain juga disebut "sangat luas" sehingga memaksa markas besar The 5th Fleet untuk pindah ke MacDill Air Force Base di Florida, AS. Para pasukan mungkin tidak akan kembali ke markas regional tersebut dalam jumlah besar. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































