125.000 Orang Terpaksa Mengungsi Akibat Konflik di Yaman

Jakarta, IDM – Konflik yang berkecamuk antara Houthi dengan pasukan militer Pemerintah Yaman telah menyebabkan sekitar 125.000 orang terpaksa mengungsi sejak awal September 2026.
Hal itu diungkapkan oleh Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (The UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), Selasa (15/9).
Baca Juga: 3 Tahun Perang Gaza, 73.786 Orang Tewas
"Permusuhan di Yaman memaksa warga meninggalkan rumah mereka, menyebabkan jatuhnya korban sipil, serta memberikan tekanan yang semakin berat terhadap operasi kemanusiaan yang sudah kewalahan. Setidaknya 18.000 rumah tangga atau 125.000 orang telah mengungsi sejak awal bulan ini," katanya.
OCHA mengungkapkan, antara tanggal 1 dan 14 September, konflik telah menewaskan delapan orang dan melukai 32 lainnya, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak.
"Akses dan pergerakan bantuan kemanusiaan masih sangat terhambat akibat situasi keamanan yang tidak kondusif. Pergerakan bantuan kemanusiaan menuju dan di dalam beberapa lokasi di pesisir barat Yaman masih ditangguhkan, sementara akses ke sejumlah jalan utama dibatasi atau tidak dapat dilalui," ujarnya.
Baca Juga: Lagi, Sebuah Kapal jadi Target Proyektil di Hormuz
Badan itu pun menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk melindungi warga sipil, menghormati hukum humaniter internasional, dan memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman serta tanpa hambatan.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi memperluas kendali di wilayah pesisir Laut Merah Yaman, termasuk Pulau Mayyun di Selat Bab el-Mandeb. Sementara, pasukan pemerintah berupaya menargetkan situs militer Houthi termasuk lokasi peluncuran rudal di Provinsi Taiz dan gudang senjata di Provinsi Marib.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































