Zelensky Sebut Rusia Kerahkan 50.000 Tentara di Wilayah Sumy

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan lebih dari 50.000 tentara, termasuk beberapa pasukan terbaiknya, di dekat wilayah Sumy, Ukraina.
Pengerahan pasukan tambahan ini nampaknya merupakan upaya Rusia untuk melakukan serangan skala besar di musim panas. Zelensky mengungkapkan, pasukan Ukraina telah mengambil langkah untuk mencegah Rusia melakukan serangan skala besar tersebut.
Baca Juga: Korut Kecam Rencana Pembangunan Golden Dome AS
Sumy terletak di dekat perbatasan dari Kursk Rusia, wilayah yang sebelumnya dikuasai Ukraina sebagian selama beberapa bulan hingga akhirnya dipukul mundur hampir sepenuhnya pada bulan lalu.
"Pasukan terbesar dan terkuat mereka saat ini berada di garis depan Kursk untuk mendorong pasukan kami keluar dari wilayah Kursk dan mempersiapkan tindakan ofensif terhadap wilayah Sumy," kata Zelensky melansir Reuters, Rabu (28/5).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ia ingin membentuk zona penyangga di sepanjang perbatasan Rusia dengan Ukraina. Sementara, Zelensky yakin Rusia ingin menguasai wilayah Ukraina hingga sejauh sekitar 10 km.
Baca Juga: Rusia Terus Serang Ukraina, Trump Peringatkan Putin
Rusia pun dilaporkan telah merebut sekitar empat desa di perbatasan dan terus bergerak maju selama beberapa minggu terakhir, termasuk di Ukraina timur dekat Kota Kostiantynivka. Namun, Zelensky mengklaim bahwa Rusia telah terdesak mundur di wilayah itu sejauh 4 km selama dua hari.
Selain itu, ia kembali menekankan pihaknya siap melakukan perundingan damai dan menunggu momerandum perjanjian dari Rusia. Ia berharap perundingan selanjutnya telah menyentuh tingkat teknis dan langsung bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan Putin. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































