INTERNASIONAL

Zelensky Sebut 31.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Konflik Melawan Rusia

Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Dok. President.gov.ua)

Jakarta, IDM - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sekitar 31.000 tentara Ukraina tewas dalam konflik bersenjata dengan Rusia yang telah berlangsung selama dua tahun.

Baca Juga: Palestina Tekankan Perlunya Langkah Tegas dalam Menekan dan Menghentikan Pendudukan Israel

Dilansir dari BBC, Senin (26/2), pernyataan itu merupakan tanggapan atas unggahan salah satu media Rusia yang memperkirakan bahwa lebih dari 300.000 tentara Ukraina telah tewas di medan tempur. Namun, Zelenky tidak menyebutkan jumlah korban luka karena dikhawatirkan dapat membantu strategi militer Rusia.

"Sekitar 31.000 tentara Ukraina tewas dalam perang ini. Bukan 300.000 atau 150.000, atau apa pun yang dikatakan Putin dan lingkaran kebohongannya. Namun setiap kerugian ini merupakan kerugian besar bagi kami," kata Zelensky.

Baca Juga: Inggris Ledakan Bom Perang Dunia II Seberat 500 Kilogram

Ia menjelaskan, jumlah warga sipil tewas di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia kemungkinan sudah mencapai puluhan ribu tetapi jumlah pastinya tidak diketahui. Sedangkan, sekitar 180.000 tentara Rusia tewas dan puluhan ribu lainnya terluka. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.