Zelensky Berencana Segera Bertemu Trump

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida pada akhir pekan ini, guna melanjutkan perundingan terkait upaya mengakhiri konflik dengan Rusia.
Baca Juga: Kamboja dan Thailand Gelar Dialog Militer, Bahas Upaya Deeskalasi Konflik
Melansir BBC, Sabtu (27/12), Zelensky mengaku ingin fokus pada rencana perdamaian yang dimediasi AS. Namun, ia juga ingin mendorong proposal baru, yang disusun oleh otoritas Ukraina, yang menuntut jaminan keamanan paskakonflik.
Dalam proposal tersebut, Zelensky pun menyarankan dibentuknya "zona ekonomi bebas" yang didemiliterisasi untuk wilayah Donbas. Adapun, Rusia saat ini menguasai sekitar 75% wilayah Donetsk, dan sekitar 99% wilayah Luhansk. Wilayah-wilayah tersebut lebih dikenal sebagai Donbas.
Baca Juga: Satgas Indo RDB MONUSCO Rayakan Natal Bersama Masyarakat di Kongo
Zelensky telah bertemu Trump beberapa kali sepanjang tahun ini. Pertemuan pertama berlangsung di Gedung Putih pada bulan Februari, yang berubah menjadi berdebatan sengit antara keduanya. Sementara, pertemuan terakhir mereka di Gedung Putih berlangsung pada bulan Oktober dengan suanana yang lebih cair. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































