INTERNASIONAL

Zelensky Akui Optimis AS akan Terus Dukung Perjuangan Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Dok. President.gov.ua)

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku optimis bahwa agresi Rusia dapat dihentikan dengan komitmen dukungan dari sekutu khususnya Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari President.gov.ua, Kamis (2/12), ia menyebut perdamaian tidak akan diberikan begitu saja kepada Ukraina, sehingga pihaknya harus tetap kuat agar tujuan itu tercapai sekaligus mendapatkan rasa hormat di seluruh dunia. Ia pun yakin AS akan terus mendukung perjuangannya untuk menghentikan invasi Rusia.

"Kami tahu bahwa perdamaian tidak akan diberikan kepada kami sebagai hadiah, tetapi kami akan melakukan segalanya untuk menghentikan Rusia dan mengakhiri perang, sesuatu yang diinginkan oleh kita semua," kata Zelensky.

Baca Juga: Rusia dan Ukraina Kembali Bertukar Lebih dari 300 Tawanan Perang

Ia pun mengungkapkan percakapan dengan Presiden AS Joe Biden yang akan segera digantikan oleh Presiden terpilih Donald Trump, bahwa "setiap orang mendukung kami di Amerika Serikat".

"Saya tidak ragu bahwa presiden Amerika yang baru menginginkan dan akan mampu membawa perdamaian dan mengakhiri agresi (Presiden Rusia Vladimir) Putin," imbuhnya.

"Ia memahami bahwa yang pertama tidak mungkin terjadi tanpa yang terakhir. Karena ini bukan perkelahian jalanan yang perlu ditenangkan kedua belah pihak. Ini adalah agresi skala penuh oleh negara yang gila terhadap negara yang beradab. Dan saya percaya bahwa, bersama dengan Amerika Serikat, kita mampu memiliki kekuatan untuk memaksa Rusia mencapai perdamaian yang adil," tegasnya.

Baca Juga: Presiden Korut Tegaskan Komitmen Kerja Sama Militer dengan Rusia

Selama di bawah pemerintahan Biden, AS telah menjadi salah satu sekutu dengan dukungan militer terbesar bagi Ukraina sejak invasi skala penuh pada Februari 2022. Pada Desember tahun lalu, Biden mengungkapkan bantuan militer tambahan senilai $ 2,5 miliar.

Lebih lanjut, Zelensky mengklaim Ukraina telah menyerang wilayah Kursk, meluncurkan serangan drone jauh ke dalam wilayah Rusia dan gencar memproduksi drone dan senjata dalam negri lainnya.

"Setiap hari di tahun mendatang, saya dan kita semua harus berjuang agar Ukraina bisa cukup kuat. Hanya Ukraina seperti itu yang dihormati dan didengar, baik di medan perang maupun di meja perundingan," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.